Kapal Kandas di Gili Kondo Bulan Lalu, Korban Keluhkan ALP Belum Beri Solusi

  • Whatsapp
Kapal City Line Kandas di Gili Kondo, Sambelia, Lombok Timur, 11 Mei 2019 lalu. / Foto: Bambang@NTBPOS.CO.ID

NTBPOS.CO.ID – Peristiwa Kapal City Line yang kandas pada Minggu, Mei 2019 lalu, di Gili Kondo Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, hal itu diduga terjadi akibat kelalaian petugas Kapal yang saat itu berlayar dari Pelabuhan Poto Tano menuju Kayangan, namun Kapal Milik PT. Atosim Lampung Pelayaran (ALP) tersebut Kandas di Gili Kondo.

Akibat kejadian tersebut, para korban mengeluhkan pihak ALP yang belum ada solusi atas kerugian penumpang yang hingga sampai hari ini kendaraan para korban masih di dalam Kapal tersebut.

Sejumlah korban, menyebutkan Kendaraan yang masih berada di atas Kapal City Line, kondisinya sudah mulai berkarat. Sementara PT.ALP dinilai tidak kunjung melakukan evakuasi.

Kondisi kendaraan kami di atas kapal sudah mulai tampak berkarat, sementara pihak PT.Atosium Lampung Pelayaran (ALP) selaku pemilik City Line Kapal penyebrangan Poto Tano Kayangan kami nilai tidak kunjung memberikan kepastian yang jelas kepada kami untuk dapat dengan segera melakukan evakuasi terhadap barang berharga kami yang masih berada di Atas Kapal. Kejadian ini sudah hampir delapan Bulan berlalu, apa ia kami hanya diminta bersabar terus, sementara kendaraan kami sudah mulai rusak,” keluh para Korban .Sabtu malam, 30 November 2019,di Selong.

dalam kejadian ini dari Dalam Peristiwa tersebut, pihak PT. ALP sudah sepakat diatas kertas untuk memberikan ganti rugi per hari itu sesuai dengan kapasitas kendaraan, dengan rincian Untuk Kendaraan Kecil (Kk) ganti rugi yang akan diberikan perhari itu sebesar Rp. 200.000 selama 30 hari, Truck Sedang Rp.350.000 selama 30 hari, Truck Besar Rp.500.000, Bus Sedang Rp. 350.000 dan Bus Besar Rp 600.000.

Baca Juga

Namun perjanjian yang disepakati itu, PT.ALP , sampai berita ini dimuat, pihak Kapal baru memenuhi janjinya hanya setengah dari hasil kesepakatan.

” Mestinya yang harus kami terima dari PT.ALP itu sebesar 84 juta bukan 10 juta ” , sesal korban.

Selain itu, bulan lalu juga pernah melayangkan sirat kepada gubernur terkait kerugian korban namun belum mendapat respon.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, saat dikonfirmasi soal korban terkait peristiwa tersebut, L.Bayu mengatakan, akan melakukan pertemuan dengan pihak ALP, ASDP atau pihak terkait untuk mencari solusi.

” Sudah ada pertemuan di DPRD Pekan lalu, besok akan ada pertemuan lagi dengan menghadirkan pihak ALP pemilik kapal, ASDP, Pengelola Pelabuhan,Dishub Provinsi, Jasa Raharja, semua besok akan ada solusi untuk kedua pihak.” Tandas Bayu melalui pesan WA pribadinya. [] NP- Bnk

Berita Terkait

Leave a Reply