Inspirasi dari Desa Kumbang untuk NTB  Informatif

  • Whatsapp
Kunjungan kerja Komisi Informasi Provinsi Banten didampingi ketua Komisi Informasi Provinsi NTB, Selasa 15 Juni 2021. / Foto : Istimewa

Oleh : Suaeb Qury

 

Kita semua tentu mendambakan sebuah model bagaimana keterbukaan informasi dijalankan oleh badan publik. Baik di level nasional, provinsi, kabupaten hingga desa. Di desa dengan pengelolaan informasi yang serba terbuka lewat jejaring internet, dapat membuka akses informasi terhadap seluruh warganya. Baik dalam bentuk program hingga anggaran.  

Ternyata apa yang didambakan itu telah terwuud di salah satu desa di Lombok Timur, NTB. Pada Jumat 27 Agustus 2021 di Desa Kumbang Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur, sungguh menyenangkan, terharu dan bangga atas capaian yang dipersembahkan oleh masyarakat, Kapala Desa Kumbang beserta jajarannya.

Bagaimana tidak tim visitasi dari Jakarta yang terdiri dari Komisi Informasi (KI) Pusat, Kementerian Desa, Kementerian Komunikasi dan Informasi serta dari Bakti Republik Indonesia secara langsung berkunjung dan melihat serta menilai Desa Kumbang sebagai salah satu desa yang masuk 10 besar desa di Indonesia dalam lomba apresiasi keterbukaan informasi. 

Baca Juga

Keberhasilan yang dicapai oleh  Desa Kumbang dalam pengelolaan dan pelayanan informasi yang terbuka, efektif, efesian dan akuntabel serta  cepat bagi masyarakatnya, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Apa yang dilakukan oleh sang Kepala Desa Kumbang untuk keterbukaan informasi, seperti akses BLT, PKH,JPS dan bantuan sosial lainnya berbasis data digital dan online. 

Karena itu, masyakarat secara langsung bisa mengaksesnya dan kemungkinan data ganda tidak terjadi serta bisa secara langsung masyarakat menginput datanya. Dan selain itu, inovasi yang mempermudah akses informasi bagi masyarakat desa kumbang yakni melalui saluran radio komunitas informasi.

Sejak tahun 2017 komitmen kepala desa kumbang menghadirkan informasi yang cepat dan mudah bagi masyarakatnya dalam memperoleh inforamsi, baik itu anggaran, program,kegiatan,bantuan dan laporan penggunaan anggaran secara terbuka. 

Tidak terlepas dari komitmen dan semangat sang kepala desa yang tetap belajar dan menyesuaikan perkembangan zaman dengan menghadirkan informasi berbasis digital dan informasi melalui radio komunitas berbasis informasi. 

Kekuatan dan keterbukaan informasi di desa kumbang adalah satu cara memper kecil ruang kerja yang berbelit-belit dan bebas dari korupsi. Maka wajarlah sang kepala desa, bagi masyarakatnya adalah pendobrak,sederhana dan merakyat.Dan bahkan, masyarakatnya meminta menjadi kepala desa tiga periode dan itulah yang menjadi keinginan dan harapan bagi masyarakat desa kumbang.

Menarik ibrah dari apa yang dipersembahkan oleh Desa Kumbang untuk Nusa Tenggara Barat, tampil dan menjadi nominasi 10 besar desa dalam penganugerahaan apresiasi desa keterbukaan informasi yang diselenggarakan Komisi Informasi pusat. Dari jumlah desa 1146 yang ada di NTB dan secara khusus komisi informasi provinsi nusa tenggara barat membina dan mendampingi serta melahirkan desa benderang informasi yakni 16 desa se NTB dan diri 16 desa tersebut. 

Desa Kumbang selalu menjadi desa yang Informatif dalam penilaian keterbukaan infomasi yang dilaksanakan oleh komisi informasi provinsi Nusa Tenggara Barat. Ke depannya, menjadi tugas dan patut dicontoh oleh desa-desa yang ada di NTB untuk belajar dan pentingnya keterbukaan informasi ditingkat desa dengan membentuk pejabat pengelola informasi dukumen (PPID) ditingkat desa. Mengapa penting, sebuah desa   ada PPID-nya dan sebagaimana dalam peraturan komisi informasi (Perki) 1 tahun 2018 tentang standar layanan informasi desa yakni mempermudah,melayani, menyediakan, menerima informasi bagi masyakarat di desa. 

Dan inilah yang diimplementasikan oleh Desa Kumbang menjalankan amanat undang-undang no 14 tahun 2008 dan peraturan komisi informasi pusat (Perki) 1 tahun 2018 dan buah dan hasilnya, selain dirasakan manfaatnya bagi masyarakat dan bagi desa kumbang bisa menjadi 10 nominasi desa informatif di tingkat nasional.

 

Penulis adalah Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB

Berita Terkait

Leave a Reply