Inspektorat Didorong Audit Lelang Mobil Operasional di PDAM TAR

  • Whatsapp
Inspektorat Loteng Menemui Aliansi Rakyat Senang-Senang./ Foto : M. Hardi Putrawan/www.ntbpos.co

LOMBOK TENGAH – Sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Rakyat Senang-Senang mendatangi Inspektorat Lombok Tengah, Rabu, 23 Juni 2021.

Kedatangan mereka untuk mendorong pihak inspektorat melakukan audit terhadap pelelangan tiga mobil operasional yang dilakukan oleh Mantan Direksi PDAM Tirta Ardhia Rinjani (TAR), karena diduga ada permainan dalam prosesnya.

Ketua Aliansi Rakyat Senang-senang, Lalu Debi Margadi Kusuma, mengadukan dugaannya atas ketidakberesan dalam proses pelelangan mobil operasional yang dimaksud.

Dari hasil temuannya setelah dilakukan kroscek di lapangan, satu dari tiga mobil yang sudah dilelang itu ternyata sudah dikembalikan.

“Ketika satu mobil itu dikembalikan, ini ada apa,“ tanyanya menduga.

Baca Juga

Selain satu mobil yang dikembalikan, Debi juga mengaku telah menemukan satu mobil itu sudah dilakukan balik nama. “Kami datang kesini (inspektorat, red) untuk menanyakan kejelasan status mobil itu dan sampai sejauh mana pihak inspektorat telah melakukan audit,“ tandasnya.

Jika aduannya itu tidak digubris dengan serius, ia mengancam tidak akan segan untuk membawa perkara itu ke jenjang yang lebih tinggi.

Menanggapi hal itu, pihak inspektorat yang enggan disebut namanya mengaku memang telah melakukan audit pelelangan mobil operasional PDAM TAR, tapi hasilnya tidak untuk dipublikasikan.

Dijelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 54 kewenangan inspektorat terhadap PDAM TAR hanya sebatas melakukan pembinaan dan evaluasi kerja karena statusnya belum termasuk Badan Usaha Milik Daerah. Hal itu yang akan didorong pada Direksi PDAM TAR yang baru nantinya.

“Kami tidak mengatakan tidak bisa diaudit ya, berdasarkan PP itu kewenangannya adalah melakukan evaluasi kerja, tidak termasuk hal-hal yang bersifat rinci,“ jelasnya.

Mengenai pengembalian mobil yang sudah dilakukan lelang itu, dirinya mengaku belum mendapatkan informasi.

Terpisah, Kabag Umum PDAM TAR, Lalu Sudirman ketika dikonfirmasi ntbpos.co di kantornya membenarkan bahwa telah terjadi pelelangan mobil operasional tersebut. Namun ia mengatakan tidak benar bahwa salah satu dari mobil yang sudah dilelang itu telah dikembalikan.

“Tidak pernah ada pengembalian, namanya pengembalian itu kan ada berita acaranya, ada serah terima pengembaliannya, ada pengembalian duitnya juga mungkin, tapi ini tidak ada,“ klaimnya.

Dirinya mengaku proses pelelangan yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur berdasarkan aturan dan metode yang ada di PDAM TAR sendiri dan sudah disetujui oleh Bupati.

Dikatakannya, metode pelelangan di PDAM TAR sendiri ada dua jenis, ada pelelangan terbuka dan pelelangan tertutup dan pelelangan yang dilakukan atas tiga mobil operasional itu adalah pelelangan tertutup.

Sudirman juga menyinggung mengenai tuntutan Aliansi Rakyat Senang-Senang yang ingin mengembalikan mobil lelang dari mantan Direksi selaku yang mendapat pelelangan itu.

Menurutnya itu tidak bisa dilakukan lantaran tahapan-tahapan pelelangan itu sudah disetujui oleh Bupati.

Dirinya juga mengaku telah di audit oleh Inspektorat beberapa hari yang lalu. Dari hasil audit tersebut, jika ada rekomendasi, Ia akan menindak lanjutinya. np

Berita Terkait

Leave a Reply