Huller Padi Keliling Bertabrakan Dengan Sepeda Motor di Rensing

  • Whatsapp
Kondisi Kendaraan Yang Mengalami Kecelakaan di Rensing. / Foto : Suandi Yusuf/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Sebuah kendaraan penggilingan padi (Huller keliling) dan Sepeda Motor Jenis Vario mengalami kecelakaan di jalan jurusan Rensing, tepatnya di depan Lapangan Umum Kecamatan Sakra Barat, hingga terjatuh ke sawah warga dengan kedalaman sekitar 2 meter, Kamis, 14 Oktober 2021.

Kecelakaan tersebut menyebabkan pengendara sepeda motor yang diketahui bernama Arya Jaya (18) warga Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru, dilarikan ke Puskesmas Rensing karena mengalami luka di bagian tangan dan pinggangnya akibat benturan keras.

Sementara sopir kendaraan yang lebih populer dengan sebutan heler berjalan tersebut, atas nama Samsudin asal Desa Mengkuru, Kecamatan Sakra Barat dan seorang rekannya, Hanapi asal Desa Gunung Rajak hanya mengalami lecet di bagian tangan.

Berdasarkan keterangan Badarudin (60) warga Desa Jero Gunung, Kecamatan Sakra Barat, saksi yang saat kejadian berada di sawahnya, tidak jauh dari lokasi kejadian menuturkan bahwa kecelakaan tersebut terjadi saat kendaraan heler hendak menyebrang, kemudian pengendara motor datang dari arah utara.

“Saya saat itu sedang berada di sebelah timurnya lapangan, habis dari sawah. Saya lihat kendaraan heler itu sedang muter-muter di lapangan karena temannya (Hanapi, red) sedang belajar menyetir kendaraan itu,“ tuturnya.

Baca Juga

Begitu sudah selesai, lanjutnya, kendaraan heler hendak pulang dan dikendarai sopirnya (Samsudin, red). Saat akan mengambil haluan kanan dan posisi kendaraan ditengah jalan, datang sepeda motor dengan kecepatan tinggi hingga tabrakan terjadi.

Mendapat informasi sopir heler berjalan tersebut berada di Polsek Sakra Barat, wartawan media ini mencoba meminta keterangan. Samsudin mengaku tidak tahu kalau korban akan menyalip kendaraan avanza warna hitam yang datang dari arah yang sama dengan korban.

“Saya tidak tahu kalau anak itu (korban) akan menyalip karena mobil itu sudah berhenti, mungkin anak itu tidak melihat kami. Begitu kami sudah naik di aspal, anak ini masih saja ngebut sehingga tidak bisa kami hindari dan terjadi tabrakan,“ ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Sakra Barat melalui anggota jaga yang juga Babinkamtibmas Desa Rensing, Imamura mengatakan, untuk mengetahui kronologis kejadian yang sebenarnya, dirinya perlu meminta keterangan para pihak.

“Kami sudah mencoba minta keterangan korban namun belum bisa karena masih merintih kesakitan di bagian pinggang kanannya, hingga tidak bisa tidur berbaring,“ ujarnya.

Meski demikian, lanjutnya, luka yang dialami korban tidak terlalu parah, hanya mengalami lecet di bagian tangan dan kakinya. np

Berita Terkait

Leave a Reply