HIPMI NTB Minta Gubernur Lakukan Upaya Tindakan Tegas Terkait Polemik Jual Beli Tembakau

  • Whatsapp
Sawaludin/Aweng Ketua Umum HIPMI NTB

MATARAM, NTBPOS.com -Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah melakukan penelusuran terhadap polemik jual beli Tembakau Virginia Lombok dan menemukan beberapa fakta diantaranya:

1. Petani Tembakau resah karena hasil panen mereka tidak bisa diterima oleh Perusahaan dengan beragam alasan.

2.Perbedaan harga pembelian tembakau yang cukup signifikan antara gudang pembelian tembakau yang ada, meskipun sudah ada kesepakatan harga tembakau yang dilakukan oleh para pihak, yaitu perusahaan, petani dan pemerintah.

3. Perbedaan harga pembelian yang dilakukan oleh gudang – gudang dan perusahaan mitra di akibatkan oleh “Inkonsistensinya” perusahaan dan gudang gudang pengepul ini terhadap kesepakatan harga yang sudah di buat.

4. Perusahaan Bentoel Group menjadi incaran para petani swadaya untuk menjual tembakaunya karena dianggap paling konsisten terhadap kesepakatan harga yang sudah ditetapkan , namun ini berakibat terjadinya kekisruhan di kalangan para petani yang ingin memasukkan barangnya ke gudang PT. Bentoel karena ingin mendapatkan harga yang pantas untuk penjualan tembakau hasil panen mereka.

Baca Juga

5. PT. Bentoel sebagai gudang idola para petani untuk menjual tembakaunya sudah tidak lagi menerima atau membeli tembakau jenis lemon atau berwarna lemon melainkan khusus yang berwarna orange , padahal untuk kondisi saat ini jenis tembakau orange sudah sangat sulit di temukan di lapangan, tembakau yang ada saat ini sebagiaan besar berwarna lemon dan sejenisnya sehingga banyak tembakau petani dirijek karena dianggap tidak sesuai kebutuhan perusahaan.

Bagaimana menyikapinya?

Dalam keterangan Pers Ketua HIPMI NTB, Ahad, 27 Oktober 2019. Sawaludin mencatat upaya tindakan yang harus dilakukan Pemerintah yaitu:

1. Gubernur harus mengambil tindakan tegas kepada para perusahaan pembina petani dan gudang – gudang pengepul tembakau lombok yang tidak konsisten pada kesepakatan harga jual beli yang sudah dibuat dan di sepakati.

2. Pemerintah harus melakukan operasi pasar ( pembelian tembakau rakyat ) sesuai dengan harga dan kesepakatan mutu yang sudah dibuat.

3. Meminta pemerintah melakukan razia dan penutupan terhadap Gudang- gudang liar yang melakukan pembelian tembakau yang tidak sesuai dengan kesepakatan harga yang sudah di tetapkan pemerintah.

4. Memberikan apresiasi atau penghargaan yang setinggi tingginya kepada Perusahaan yang Konsisten sebagai Pembina Petani yang telah melakukan sikap yang sesuai dengan Kesepakatan yang telah ditetapkan bersama Pemerintah. dan apresiasi terhadap Perusahaan yang sudah menerima tembakau Petani tanpa mengklasifikasikan Warna Tembakau para petani.

Selain itu, Sawaludin juga meminta semua pihak untuk menjadi perhatian bersama atas polemik yang dimaksud.

Keresahan dan kerugian para petani Tembakau di Lotim, setidaknya dapat mengurangi beban jeritan petani. []NP-Red

Berita Terkait

Leave a Reply