HBK Peduli akan Perluas Pengembangan Budidaya Jamur Tiram 

  • Whatsapp
Ketua Yayasan HBK Peduli Ali Al Khairi melihat proses pembibitan Jamur Tiram di Pagutan, Kota Mataram. Foto: Istimewa

MATARAM, NTBPOS.com – Yayasan HBK Peduli memberi konsentrasi besar terhadap dunia pertanian, khususnya terkait budidaya Jamur Tiram.

Produksi Jamur Tiram dinilai dapat mendongkrak perekonomian masyarakat dan layak untuk terus ditingkatkan.

“Saya melihat Sentra jamur tiram yang dikembang melalui HBK Peduli khususnya di Mataram cukup strategis dan layak untuk terus diperluas di tempat lain,” kata Ketua Yayasan HBK Peduli Ali Al Khairi, melalui keterangan tertulis, Senin 20 September 2021.

Menurut Ali, pembibitan Jamur Tiram di Provinsi NTB terbilang jarang. Padahal potensi permintaan jamur di masyarakat cukup tinggi.

“Memang budidaya jamur ini bergantung kepada alam. Tapi, saya yakin ketika konsisten, menghasilkan pendapatan yang signifikan,” katanya.

Baca Juga

Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB ini mengaku sempat diajak oleh para pembudidaya jamur tiram untuk melihat proses pembuatan baglog (media tanam) jamur. Dimulai dari pencampuran serbuk kayu, penambahan bibit jamur tiram, disusul pengovenan, hingga proses budidaya.

“Sentra jamur HBK ini berikutnya memperluas ke Kabupaten lain di Pulau Lombok, nanti konsentrasinya ke produksi saja. Pabriknya tetap dipusatkan di Mataram saja,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan HBK Peduli Rannya Agustyra Kristiono mengatakan, budidaya jamur tiram termasuk sektor pertanian yang tak membutuhkan banyak lahan. Permintaan pasar baik konsumsi rumah tangga maupun rumah makan masih cukup tinggi.

“Kami memandang harus diperluas wilayah produksinya,” kata dia.

Kaum Milenial Cocok Budidaya Jamur Tiram

Rannya menambahkan, sektor pertanian perlahan ditinggalkan generasi muda, ia memandang budidaya jamur tiram ini cocok dikembangkan generasi milenial. Proses budidaya, pengolahan, hingga pemasaran terbilang mudah.

“Pemasarannya ini mulai menggunakan sosial media. Anak muda itu sudah akrab dengan gadget. Harus dilihat potensi ini,” katanya.

Anak muda yang gemar berorganisasi ini berencana Sentra Jamur HBK berikutnya menggandeng generasi muda. Dengan begitu ada transfer ilmu dari para senior petani jamur.

“Budidaya Jamur Tiram kita buat sebagai laboratorium pertanian dan wirausaha generasi muda,” ujar Rannya. np

Berita Terkait

Leave a Reply