Hari Tani Nasional, Puluhan Massa Gedor Dinas Pertanian NTB

  • Whatsapp
Massa aksi saat orasi di depan kantor Dinas Pertanian NTB. / Foto: Ahmad M Huzairi

MATARAM, NTBPOS.com – Peringatan Tani Nasional di provinsi NTB diwarnai dengan unjuk rasa, kali ini massa dari aliansi forum komunikasi pelajar mahasiswa ncera, diha, soki (FKP MCERDAS) Mataram mendatangi kantor dinas pertanian Nusa Tenggara Barat, massa menuntut agar pemerintah lebih pro terhadap para petani, Rabu, 25 September 2019.

Dalam aksinya, massa aksi menyoroti masalah yang ada, terutama masalah bawang yang di anggap tidak mensejahterakan para petani dan malah menyusahkan petani.
Tak hanya itu, massa juga menyoroti pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang selama ini telah gagal dalam menjalankan pemerintahan di NTB, dengan berbagai porgram-program unggulan NTB Gemilang yang pada akhirnya gagal pula, seperti kualitas pendidikan di NTB masih pada peringkat ke dua terbawah Se-nasional.

Koordinator aksi Muhdi Zaki menjelaskan, “sangat ironis rasanya jika daerah dengan label Bumi Gita dan Lumbung Padi menempati posisi tertinggi kasus gizi buruk se-Indonesia. Hal ini secara nyata membuktikan bahwa pemerintah NTB telah gagal menjalankan program-programnya, apalagi program agararianya, seperti ketidak pastian harga, jaminan pasar bagi petani, pupuk langka, biaya produksi yang tinggi, semua itu adalah rentetan persoalan klasik yang terus menerus di suarakan petani NTB namun tak kunjung mendapatkan jalan keluar dari pemerintah daerah”. Ungkapnya.

Sehingga massa aksi menuntut lima tuntutan yang di antaranya, Tolak imfor bawang merah, Berikan subsidi obat-obatan pertanian, Tetapkan harga bawang minimal 1,7 dan jagung minimal 4.500 dan berikan akses pasar yang jelas terhadap hasil pertanian serta Hentikan Kriminalisasi terhadap petani.

Sementara itu, Dinas pertanian mengajak para massa aksi untuk berdialog atau bernegosiasi namun massa menolak ajakan tersebut dikarenakan massa akan mengadakan pertemuan untuk dialog terbuka dengan para dinas-dinas terkait dan para anggota dewan di gedung DPRD NTB sehingga massa mengajak dan mau bernegosiasi apabila pihak dinas pertanian ikut serta dalam dialog terbuka di gedung DPRD NTB tersebut.

Baca Juga

Massa juga mengancam, jika pihak dinas pertanian tidak mau ikut dalam dialog terbuka di gedung DPRD NTB, massa akan menyegel kantor pertanian NTB tersebut. Massa membubarkan diri setelah pihak dinas pertanian menerima ajakan dari massa aksi untuk ikut serta berdialog di gedung DPRD NTB Dan aksi ini di jaga ketat oleh pihak kepolisian dari Polres Mataram. [] NP-Amh

Berita Terkait

Leave a Reply