Hari Kebebasan Pers, Wartawan Lotim Gelar Aksi di Kantor Bupati

  • Whatsapp
Puluhan Wartawan Saat Menggelar Teaterikal Sebagai Bentuk Protes Terhadap Oknum Pol PP Penganiaya Salah Satu Wartawan./ Foto : Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Internasional, Belasan wartawan Lombok Timur yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Wartawan Menggugat melakukan aksi teaterikal di kantor Bupati dan kantor Satpol-PP Lombok Timur, Senin, 3 Mei 2021.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas tindakan arogansi oknum anggota Satpol PP kepada salah seorang wartawan pada tanggal 29 April 2021 lalu.

Hari Kebebasan Pers Internasional bertujuan untuk merayakan hari kebebasan pers dunia dan untuk menyuarakan perlindungan media dari ancaman atas kebebasan pers, serta untuk mengenang para jurnalis yang kehilangan nyawa dalam bertugas.

Dalam selebaran dan pamflet yang dibawa oleh belasan insan pers Lombok Timur pada aksi tersebut, terlihat poin-poin utama tuntutan yang diutarakan, salah satunya adalah pihak Pemda Lombok Timur harus bersikap tegas dan memecat oknum anggota Satpol-PP pelaku penganiayaan.

“Kami menuntut oknum Pol-PP yang melakukan tindakan arogan untuk ditindak tegas dan dipecat,“ tegas Samsul Rizal selaku Ketua Forum Wartawan Media Online dan wartawan senior Lombok Timur dalam kesempatan aksi itu.

Baca Juga

Masih kata Rizal, aksi yang dilakukan itu juga merupakan bentuk simpati dan solidaritas bersama insan pers Lombok Timur atas perlakuan yang dianggap tidak beradab oleh oknum penegak Perda.

“Kami satu tubuh, satu yang tersakiti, kami semua merasakan hal yang sama,“ tegasnya.

Mengingat laporan polisi telah dilayangkan oleh korban, maka dirinya menuturkan segenap insan pers beserta asosiasi-asosiasi media yang ada di Lombok Timur tanpa terkecuali akan mengawal laporan itu.

“Satu suara kita akan kawal dan tidak akan membiarkan kasus ini menguap begitu saja. Pihak kepolisian kami harap profesional dan mengatensi kasus ini. Ingat tugas jurnalistik kami dilindungi undang-undang,“ pungkasnya.

Dalam menjalankan profesi jurnalistik, wartawan dilindungi Undang-undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia. Pasal 8 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 mengatur secara tegas bahwa dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapatkan perlindungan hukum. np

Berita Terkait

Leave a Reply