Gerakkan Ekonomian Warga, Pemda Lotim Dukung Kemajuan UMKM

  • Whatsapp
Rapat Bersama di Ruang Sekda Lotim Dalam Rangka Mendukung Kemajuan UMKM./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Pemda Lombok Timur memfasilitasi produk Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM) Jajan Geres (Jeger) yang berada di Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur untuk dijual di setiap ritel modern.

Jeger khas masyarakat Desa Geres terbuat dari bahan baku utama singkong merupakan binaan dari Pena Energy melalui dana CSR. Bahkan pendampingan yang serius dan berkelanjutan diaplikasikan melalui MoU antara Pena Energy dengan Fakultas Teknologi Pangan, Universitas Mataram (Unram).

Sekretaris Daerah Lombok Timur H. M. Juaini Taofik, mendukung penuh kemajuan UMKM sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat terutama di Daerah Patuh Karya.

Output yang diharapkan melalui kerjasama Pena Energy, Fakultas Teknologi Pangan Universitas Mataram, serta UMKM Jeger di Desa Geres agar produk semakin dikenal yang diawali dijual di ritel modern.

“Tidak sesederhana yang dibayangkan memasukkan produk lokal ke ritel modern yang membutuhkan proses panjang karena komitmen produksi yang berkesinambungan harus dibangun sehingga dibutuhkan validasi dan aktivasi dalam produk Jeger,“ kata Sekda usai rapat bersama di ruang kerjanya, Jum’at, 10 September 2021.

Baca Juga

Alhamdulillah dari rapat bersama, lanjutnya, menghadirkan Pena Energy, Fakultas Teknologi Pangan Universitas Mataram, penggiat usaha Jeger serta difasilitasi Pemda Lombok Timur, terdapat titik terang keberlanjutan Jeger masuk ke ritel modern yang diawali di Alfamart dan Indomart.

Sebagai langkah membangkitkan UMKM masuk pada ritel modern saat ini juga untuk mendukung program Pemprov NTB, Bela Beli Produk Lokal. Bahkan ditargetkan Jeger  dapat dilaunching pada 17 Desember mendatang bersamaan dengan HUT NTB Lombok Timur.

“Saya optimis dengan terdapat pembagian kerja diawali satu produk lokal Lotim akan   diterima di ritel modern dengan semua persyaratan dipenuhi. Saat ini perizinan sudah dilengkapi tinggal sertifikasi halal dalam waktu dekat juga akan dikantongi sehingga produk Jeger dapat bersaing dengan produk nasional lainnya dengan kualifikasi standar nasional,” ujarnya.

Selain Desa Geres dengan produk Jegernya, Desa lain juga akan menyusul dengan penerapan pola yang sama, mendorong produk lokal bersaing ditingkat nasional.

“Alhamdulillah kita undang juga Desa Paokmotong untuk penerapan pola sama, melibatkan PLTD Paokmotong memberikan CSR dengan pembinaan UMKM di Desa Paokmotong untuk mengembangkan usaha produk lokal andalan yang tetap menggandeng Fakultas Teknologi Pangan,” katanya.

Sementara itu, Lurah Geres Swardi menjelaskan, Jeger merupakan usaha ekonomi lokal yang disunahkan lama di Desa geres. Olahan Singkong tersebut menjadi kerupuk  yang dikemas lebih kecil dan menarik.

Sebelumnya Jeger dibuat sendiri-sendiri dan saat ini dipusatkan di Geres Daya dan dibuat kelompok Jeger Buana Lombok  (JBL) beranggotakan 25 orang. Pelatihan telah diterima para anggota untuk membuat produk lebih menarik. Ini dilanjutkan dengan pemasaran tidak saja lokal namun melalui  online juga, bahkan saat ini merambat ke penjualan melalui retail modern.

“Pada akhir pelatihan sudah dicoba penjualan melalui medsos, maupun online  dan retail modern diharapkan jajan Jeger dapat berkembang, tidak saja pasar nasional melainkan pasar modern. Potensi pengembangan usaha Jeger didukung dengan bahan baku tetap tersedia dan terdapat komitmen kuat para kelompok Jeger Buana Lombok mengembangkannya  sebagai usaha bersama,” ujarnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply