Genjot Ekosistem KBLBB, PLN Subsidi 30 % Potongan Harga di SPKLU

  • Whatsapp
Lasiran, GM PLN Unit Wilayah NTB. / Foto: Halid Nawawi/www.ntbpos.co

MATARAM – PLN Unit Induk Wilayah NTB terus berkomitmen mendorong ekosistem Kendaran Listrik Bermotor Berbasis Baterai (KBLBB). Program yang digulirkan diantaranya memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik, dalam setiap pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum ( SPKLU ). Bahkan, kita memberikan stimulus berupa diskon sebesar 30 prosen dalam setiap penggunanya. Hal itu diungkapkan General Manager PLN Induk Wilayah NTB, Lasiran, kepada NTBPOS di ruang kerjanya, Jumat, 19 Maret 2021.

” Untuk menumbuhkembangkan ekosistem ini, kita memberikan potongan harga kepada Pengguna kendaraan listrik, yang melakukan pengisian daya pada tempat yang telah kita persiapkan,” katanya. Saat ini, sambung Lasiran, pihaknya kini terus melakukan persiapan infrastruktur pengisian daya beserta stimulus penggunaan listriknya. Hadirnya stimulus berupa diskon ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik di provinsi NTB. ” Tercatat saat ini telah ada total 170 SPLU dan SPKLU yang tersebar di pulau Lombok dan Sumbawa,” ungkapnya.

Infrastruktur pendukung ekosistem kendaraan listrik ini, lanjut Lasiran, perlu disiapkan dengan baik. “Dengan begitu, kemudahan yang ada akan mendorong orang semakin banyak beralih ke kendaraan listrik, sehingga ekosistemnya semakin berkembang,” ucap Lasiran.

Selain itu, jelas Lasiran lebih jauh, PLN juga akan memberikan beberapa insentif, seperti stimulus Biaya Penyambungan untuk Tambah Daya.  Sementara bagi pemilik instalasi listrik privat dan Badan Usaha SPKLU/SPBKLU berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 13 Tahun 2020, akan ada penetapan parameter atau insentif khusus, antara lain,
Penetapan Tarif Curah bagi Pemilik Instalasi Listrik Privat untuk Angkutan Umum, Badan Usaha SPKLU, dan Badan Usaha SPBKLU. Selanjutnya, tuturnya, menetapkan faktor pengali sebesar 1,5 bagi pemilik KBL yang mengisi daya di SPKLU PLN.

Selain itu, terangnya, membebaskan rekening minimum selama 2 (dua) tahun pertama sejak pendaftaran ID Pelanggan SPKLU atau SPBKLU pemegang IUPTL Penjualan, dan pemilik instalasi listrik privat.

Baca Juga

” Memberikan Keringanan dan jaminan langganan, serta biaya penyambungan tambah daya atau pasang baru bagi SPKLU atau SPBKLU pemegang IUPTL Penjualan,” jelasnya.

“Langkah-langkah tersebut merupakan upaya PLN untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik yang ramah lingkungan di NTB,” kata Lasiran.

Sejak awal, tambah Lasiran, PLN optimis bahwa kendaraan listrik adalah keniscayaan dan akan menjadi pilihan terbaik dalam moda sistem transportasi masa depan. Kendaraan listrik adalah bentuk inovasi manusia untuk mencari solusi atas penggunaan BBM yang bersifat non-renewable, menimbulkan pencemaran lingkungan, dan sebagainya. Sementara di masa depan, manusia memerlukan hidup di bumi yang udaranya lebih bersih dan menggunakan energi yang sumbernya terbarukan. np

Berita Terkait

Leave a Reply