Gelaran Kick-Off Inklusi, Sekda Lotim Terpilih Mewakili 102 Kabupaten/Kota di Indonesia

  • Whatsapp
Wilayah Kerja program INKLUSI sampai bulan Desember 2022./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, NTB, H. M. Juaini Taofik terpilih mewakili 102 Kabupaten/Kota Se Indonesia untuk testimoni dalam gelaran Kick-Off Program Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI).

Program INKLUSI merupakan program investasi selama 8 TAHUN yang baru dimulai tahun 2021 dengan tujuan memastikan lebih banyak kelompok marginal dapat berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari pembangunan di bidang sosial budaya, ekonomi dan politik di Indonesia.

Hal itu dikatakan, H. M. Juaini Taofik usai kegiatan kick-off meeting Program Inklusi secara daring. Selanjutnya ia menyampaikan, program Inklusi mendukung prioritas kebijakan pemerintah Indonesia sebagaimana tertuang di dalam RPJMN.

Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, khususnya dalam peningkatan kesetaraan gender, pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta kebijakan Inklusi sosial lainnya.

Selain itu, Inklusi juga turut mendukung komitmen Indonesia terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan memastikan tidak seorangpun tertinggal dalam pembangunan, termasuk dalam penanganan dampak pandemi Covid-19.

Baca Juga

Disebutnya juga, Inklusi memiliki dua hasil akhir program yang saling terkait. Tujuan pertama yakni memberikan hasil langsung bagi kelompok marginal seperti peningkatan akses ke layanan dasar, peningkatan mata pencaharian yang didukung melalui kegiatan mitra.

Sementara tujuan kedua adalah mendorong perubahan sistemik yang lebih luas, seperti norma sosial, perubahan kebijakan. Dimana mitra menjadi perantara melalui tindakan kolektif yang secara tidak langsung memberikan manfaat jangka panjang bagi kelompok marginal dengan skala yang lebih besar.

“Terkait hal itu, Kementerian PPN/Bappenas bermaksud menyelenggarakan kick- off pelaksanaan Program Inklusi yang menjadi flagship program untuk kesetaraan Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial (GEDSI),“ ujarnya, Selasa, 19 April 2022.

Lebih lanjut, Juaini menyampaikan rencana kerja sampai bulan Desember 2022, yakni penguatan kolaborasi pemangku
Kepentingan untuk memastikan perspektif GEDSI dalam perencanaan, penganggaran dan pemantauan pembangunan bidang sosial budaya, ekonomi dan politik melalui strategi penguatan kepemimpinan perempuan.

“Dengan hadirnya program Inklusi, dimana sasarannya Kabupaten Lombok Timur, kami optimis akan tercapai,“ pungkasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply