Gara-gara Masker, Oknum Anggota Satpol-PP Lotim Diduga Cekik Wartawan

  • Whatsapp
Sejumlah Wartawan Lombok Timur Mendatangi Kantor Pol PP Setelah Pemukulan Jurnalis Inside Lombok./Foto : Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.CO Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi, kali ini aksi sok jagoan itu dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP kabupaten Lombok Timur kepada korban yang merupakan Jurnalis media online Inside Lombok, M. Deni Zarwandi.

Pemuda polos yang biasa disapa Deni tersebut menjadi korban arogansi oknum Pol PP saat melakukan tugas peliputan bersama seorang rekannya.

Kejadian berawal sekira pukul 11.00 Wita, ketika Deni dan rekannya hendak mengunjungi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim untuk melakukan wawancara, saat hendak masuk kantor, Deni lupa menggunakan kembali maskernya.

Sebelumnya Deni sudah menggunakan masker namun karena merasa pengap dan sedikit sesak, akhirnya deni membuka maskernya dan oknum Pol PP meminta Deni untuk menggunakan kembali maskernya.

“Kebetulan saat itu saya baru saja membuka masker karena merasa pengap dan ingin mencari udara segar,“ kata Deni, Kamis, 29 April 2021 di Selong.

Baca Juga

Tidak lama kemudian, dirinya langsung mengambil masker yang ditaruh di saku. Kemudian Anggota Satpol PP tersebut mempertanyakan kenapa dirinya tidak memakai masker.

“Pertanyaan itu berulang kali dia lontarkan dan saya menjawab hal yang sama, Anggota Satpol PP itu kemudian memepet badan saya seperti menantang ingin memukul kemudian dilerai oleh Supardi namun Supardi pun ikut didorong oleh oknum tersebut,“ tuturnya.

Tidak hanya itu, Deni terus mendapat serangan dari oknum anggota Satpol PP itu dengan mencekik leher Deni, tidak mau dirinya terus disakiti, Deni kemudian menepis tangannya sembari dilerai sama Supardi.

Setelah itu, anggota tersebut menendang Deni yang mengarah ke bagian perut namun Deni mencoba untuk menghalau menggunakan lengan, sehingga lengan Deni mengalami luka-luka.

Tak sampai di situ, anggota Satpol PP ini juga menantangnya untuk berkelahi di luar areal kantor Bupati namun Deni tak menggubris dan memilih menghindar.

Atas kejadian itu, Manajemen Inside Lombok merasa keberatan. Manajemen menuntut apabila oknum yang bersangkutan merupakan ASN, agar oknum itu dimutasi atau diturunkan jabatannya. Jika oknum itu honorer, manajemen menuntut agar yang bersangkutan dipecat secara tidak hormat.

Selain itu, Manajemen Inside Lombok juga menuntut permintaan maaf secara kelembagaan maupun secara pribadi yang diumumkan secara resmi di media massa, termasuk media daring, media cetak dan media elektronik. np

Berita Terkait

Leave a Reply