Eko Rahadi : Pemblokiran Nomor Wartawan Tidak Sejalan Dengan Visi Presisi Polri

  • Whatsapp
Eko Rahadi, Aktivis Sekaligus Lawyer Lombok Timur./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Tindakan pemblokiran nomor ponsel sejumlah wartawan oleh beberapa oknum pejabat Polres Lombok Timur mendapat sorotan dari sejumlah kalangan di Lotim, karena dianggap tidak sejalan dengan ketegasan Kapolri dalam mewujudkan visi Presisi (prediktif, responsibilitas, transparasi, dan berkeadilan).

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa, beberapa oknum pejabat Polres Lotim memblokir nomor wartawan karena mempertanyakan (konfirmasi) perkembangan sejumlah kasus yang ditangani Polres Lotim.

Mengetahui kejadian tersebut, salah satu aktivis sekaligus pengacara di Lotim, Eko Rahadi angkat bicara, ia menyayangkan tindakan yang diambil oleh oknum pejabat Polres tersebut.

“Seharusnya polisi sebagai mitra para jurnalis, bukan anti pertanyaan, apalagi sampai memblokir nomor para pencari berita. Tindakan itu sangat tidak patut dicontoh,“ sesalnya saat dikonfirmasi, Minggu, 16 Januari 2022.

Sebagian pimpinan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, lanjutnya, mereka harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan siapa saja terlebih lagi wartawan yang selama ini menjadi mitranya dalam mengungkap sejumlah kasus.

Baca Juga

“Wartawan sebagai mata berita masyarakat Lotim, sehingga semua unsur harus bisa bersinergi,“ katanya.

Menurutnya, apapun kasus sedang ditanganani, kepolisian harus terbuka. Dirinya sebagai lawyer juga sangat merasa terganggu kalau sampai terjadi pemblokiran.

“Bagaimana kita tahu sejauh mana kasus yang kita dampingi kalau setiap pertanyaan wartawan harus dijawab dengan blokir,“ ujarnya.

Dirinya berharap, hal serupa tidak terjadi lagi kepada wartawan, tidak hanya untuk institusi Polri tapi untuk semua unsur pemerintahan juga,karena UU informasi publik nomor 14 tahun 2008 dan PP nomor 61 tahun 2010 tentang keterbukaan informasi sudah sangat jelas.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto saat dimintai tanggapan soal tindakan oknum pejabat Polres tersebut mengatakan bahwa dirinya sudah memberikan petunjuk kepada Kapolres Lotim agar berkomunikasi aktif dengan wartawan.

“Saya berikan petunjuk kepada Kapolres Lotim agar mengarahkan para pejabat Polres dan Polsek wilayahnya untuk bisa berkomunikasi aktif dengan warganya termasuk rekan-rekan wartawan,“ paparnya.

Selain itu, Ketua Forum Wartawan Media Online Lombok Timur, Samsurrijal menyatakan akan segera melakukan audiensi dengan Kapolres Lotim terkait persoalan yang dialami sejumlah insan Pers di Lotim.

“Dalam waktu dekat ini kami bersama rekan-rekan wartawan akan melakukan audiensi dengan Kapolres Lotim mendengarkan penjelasan terkait hal ini,“ tandasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply