Dugaan Pencemaran Nama Baik, Maidy Polisikan Ketua Gerindra Lotim

  • Whatsapp
Robby Hendrawan, SH dan kawan, kuasa hukum H. Maidy, menyerahkan laporan di ruang SPKT Polres Lombok Timur, Jumat malam, 25 Juni 2021. Foto : Dok. www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Lombok Timur H. Maidy melaporkan balik oknum Ketua DPC Partai Gerindra Lombok Timur dan Sekretaris DPC Partai Gerindra Lotim ke Polres Lombok Timur, Jumat malm, 25 Juni 2021.

“Ya kita melaporkan apa yang dilaporkan pengurus DPC Gerindra Lotim, oknum tersebut yaitu, ketua DPC Gerindra Lotim dan Sekretarisnya,” kata Robby Hendrawan, SH selaku kuasa hukum H. Maidy, di Mapolres Lombok Timur, Jumat malam, 25 Juni 2022.

Robby mengungkapkan dalam laporan mereka ( Ketua DPC Gerindra Lotim dan Sekretaris) dugaan mereka, bahwa klien kami, H. Maidy telah menggelapkan aset partai Gerindra Lombok Timur berupa lahan seluas 400 m² dan melaporkannya ke Polres Lotim pada Selasa, (15/6/2021) lalu.

“Oleh karena itu klien kami laporkan balik dengan fitnah dan pencemaran nama baik,” jelas Robby.

Laporan ini, kata Robby, buntut dari langkah Ketua DPC Gerindra H. Khaerul Warisin dan Sekretarisnya yang melaporkannya ke Polres Lotim.

Baca Juga

Mewakili kliennya, Robby mengatakan laporan itu merujuk pada pernyataan oknum pengurus Gerindra Lotim yang mengatakan penggelapan aset partai berupa lahan yang akan dijadikan pembangunan kantor DPC Partai Gerindra .

“Ada beberapa tudingan yang dibeberkan di media massa oleh terlapor. Seperti, klien saya (dituduh) menjual aset partai berupa lahan seluas 400 m² ( 4 are ), laporan mereka itu tidak benar, karena luas lahan yang dimaksud itu 300 m² ( 3 are). Ada surat kesepakatan yang dibut, di antara terlapor dan klien saya,” ucapnya .

Robby menjelaskan, sebenarnya terkait jual beli tanah partai prosesnya sudah berjalan, bahkan ketua partai ( H. Iron ) sudah periksa tanah pengganti beserta bangunan itu dan disepakati. Denganmaksud pengurus tidak berpikir lagi untuk membangun kantor.

“Klien kami sudah beritikad baik, bukan hanya lahan yang dibeli dari hasil penjualan aset yang dimaksud di Jalan Diponegoro, Pancor , Lombok Timur, tetapi klien kami malah membeli lahan beserta bangunan sehingga bisa ditempati langsung sebagai kantor partai, itu yang harusnya mereka syukuri,” tegasnya .

” Artinya, selain konflik internal partai, laporan yang dilayangkan oleh oknum pengurus ini sangat erat kaitannya dengan politik atau Pilkades yang diikuti oleh H. Maidy di Pilkades Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Mizanul Jihad, selaku kuasa hukum, H. Khaerul Warisin dan Sekretaris DPC Gerindra Lotim H. Muhammad Holdi, saat dikonfirmasi, Ahad, 27 Juni 2021, mengatakan mengenai itu, kita tunggu saja hasil dari penyelidikan dan atau penyidikan dari pihak kepolisian. ” Ini kan masih proses lidik,” ungkapnya .

Baginya, hak terlapor untuk mengelak. Tentunya, laporan pengurus partai Gerindra sesuai dengan fakta, data dan alasan-alasan yang dimiliki.

Ia juga sudah mempertimbangkan semua konsekuensi atas laporan penggelapan aset itu ke polisi. Bahkan, H. Maidy mengakui jika tanah itu milik partai meskipun surat-suratnya atas namanya.

“Pak H. Iron sudah tahu kok laporan itu. Dan itu atas perintah beliau juga. Kebetulan surat kuasanya sudah ada,” tandas Mizan.

Dalam laporan kuasa hukum H. Maidy di Polres Lombok Timur, diterima langsung oleh Bripka. M.B. Marjan di ruang SPKT Polres Lotim. np

Berita Terkait

Leave a Reply