DPRD Lotim Minta Kebijakan ZIS Untuk Gharimin Dikaji Ulang

  • Whatsapp
Anggota DPRD Lombok Timur, bersama Baznas Lotim di Ruang Rapat DPRD Lotim./ Foto : M. Ragil Sopiyan Sauri/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Pemberian Zakat Infaq dan Shadaqah (ZIS) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), kini Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lotim dipanggil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lombok Timur, Selasa, 27 Juli 2021.

Ketua Baznas Lotim, Ismul Bashar sekali lagi menegaskan bahwa kegiatan tersebut sifatnya insidental, serta Gharimin memang termasuk dalam 8 asnap penerima zakat, dan kegiatan tersebut atas perintah Bupati.

“Kami menegaskan bahwa kegiatan tersebut hanya waktu itu saja dan memang hal tersebut atas dasar perintah Bupati,“ katanya kepada NTBPOS usai menghadiri hearing.

Masih kata Bashar, setelah terjadinya polemik terkait kegiatan tersebut, kedepannya pihaknya akan tetap fokus bekerja mengumpulkan zakat agar dapat memenuhi hajatan masyarakat Lombok Timur.

“Perlu diketahui, Baznas merupakan lembaga Pemerintah terkecil nonstruktural, yang membantu Pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan,“ terangnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Lotim, Badran Achsid mengatakan, memang semua orang berhak mendapatkan gharimin, hal tersebut menjadi sorotan lantaran penerimanya adalah ASN yang sebagimana kita ketahui sudah memiliki tunjangan, ada masyarakat yang lebih berhak menerimanya.

“Semua orang berhak menerima gharimin, artinya perlu dikaji lagi karena banyak yang lebih berhak menerima zakat tersebut,“ paparnya.

Lebih lanjut Badran menjelaskan, kalaupun mengeluarkan program, harus menggunakan kajian dan tentunya menyentuh masyarakat bawah yang memang menjadi fokus Baznas, sehingga tadi kami jadikan honorer sebagai pembanding penerima gharimin tersebut.

“Kedepannya semoga tidak terjadi lagi hal seperti ini, cukup menjadi sebuah pembelajaran,“ tutupnya. np

Reporter : M. Ragil Sopiyan Sauri

Editor : Suandi Yusuf

Berita Terkait

Leave a Reply