DLH Lotim Menyebut Mata Air di Galian C Odang Hanya Rembesan

  • Whatsapp
Tambang Galian C Dusun Odang Desa Kotaraja Kecamatan Sikur./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Kepala Bidang Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Timur, Tohri Habibi, menilai galian C di Dusun Odang Desa Kotaraja, Kecamatan Kotaraja bukan mata air sesungguhnya.

Meskipun seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh pihak pengelola mengenai adanya potensi sumber air yang mampu dihasilkan sampai 40 liter/detik, namun hanya air rembesan.

“Struktur tanah di sana itu berpasir. Mereka menggali ke dalam, sehingga keluar rembesan dari tebing sawah di atas,“ ucap Tohri saat dikonfirmasi, Senin, 24 Oktober 2021.

Dijelaskannya, tanah yang mengandung pasir lebih banyak menyimpan air, tidak gampang menguap karena tersimpan di bebatuan. Selain itu tanah berpasir jika di gali kedalam membentuk tebing, kemungkinan besar akan terjadi longsor karena tidak kuat menahan air.

Dirinya khawatir, dengan dampak yang ditimbulkan jika aktivitas penambangan terus dilakukan karena melihat potensi pasir berkualitas bagus, lambat laun orang-orang di sekitar lokasi galian c ikut menambang.

Baca Juga

“Dampak kedepannya ini harus di cegah. Jika dibiarkan, lahan ini akan menjadi kritis dan akan terjadi kesulitan air. Apalagi tempat itu bukan daerah tambang,“ ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang perundang-undangan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Sunrianto, mengaku sudah memberikan Surat Peringatan (SP) ketiga kepada pengelola tambang.

“Kami sudah memberikan SP tiga. Sebelum kami mengeluarkan surat, sudah dilakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kesesuaian laporan yang masuk,“ ujarnya.

Fakta di lapangan yang ditemukan bahwa benar ada aktivitas penambangan berupa pasir yang dikomersilkan .

Selain itu, aktivitas penambangan di duga ilegal dan tujuan penggalian lahan sawah tersebut simpang siur. Penanggung jawab Galian C mengaku, kegiatannya untuk pembuatan waterpark, mencetak sawah bahkan rencana di bangun bak penampungan PDAM.

“Terakhir kami berkunjung dan memberikan SP tiga. Jika mereka beraktifitas lagi dan kami menemukan fakta lain, akan kami tutup lokasi itu,“ tegasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply