DLH Lotim Masih Kekurangan Armada Kuras WC

  • Whatsapp
M Rusdi, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur./ Foto : M. Ragil Sopiyan Sauri/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Maraknya perusahaan yang membuka layanan kuras WC di Lombok Timur dinilai melanggar aturan, hal tesebut dikarenakan belum melakukan MoU dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, M Rusdi mengatakan, mobil tinja yang beroperasi di setiap rumah ataupun instansi seharusnya memiliki tarif yang sama dengan DLH dan yang terpenting kemana tinja tersebut dibuang.

“Mobil tinja harusnya memiliki tarif yang sama dengan kita, yang menjadi perhatian kemana mereka buang setelah melakukan penyedotan,“ katanya kepada NTBPOS, Kamis, 1 Juli 2021.

Rusdi Juga menambahkan, armada untuk pengangkutan tidak boleh sembarangan, harus memenuhi standar, minimal harus menggunakan tangki tertutup, biar tidak mengganggu.

“Sebagian besar mereka menggunakan tandone diatas mobil pick up namun tandone itu harus bisa dijamin tidak mengalami kebocoran,“ ujarnya.

Baca Juga

Lebih lanjut Rusdi mengakui armada kuras WC di Lombok Timur sangat terbatas, jika dibandingkan dengan jumlah septik tank, untuk itu pihaknya meminta agar perusahaan yang belum melakukan MoU dengan DLH supaya dipercepat.

“Memang armada kita jauh dari kata cukup dengan jumlah penduduk, idealnya harus memiliki 50 armada tetapi sampai saat ini hanya dua,“ jelasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply