DLH Lotim Dorong Tetebatu Terbitkan Perdes Tata Kelola Sampah

  • Whatsapp
Dedy Sutarmin, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya , Dinas Lingkungan Hidup Lotim. / Foto : M. Ragil Sopiyan Sauri/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Sebagai upaya untuk mempersiapkan Desa Tetebatu dalam menyambut tim Penilai ajang Best Tourism Village oleh UNWTO, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong pihak Desa setempat untuk segera membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang tata kelola sampah.

Mengingat sebelumnya koordinasi dengan Pemerintah Desa untuk program pembagian Composter Bag, optimalisasi pemanfaatan Bank Sampah dan Biopori sudah mulai dilakukan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3), Deddy Sutarmin mengatakan, upaya  yang lebih utama dan perlu dilakukan dalam waktu dekat ini adalah mendorong terbentuknya Perdes sampah.

Sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup sudah menyiapkan drafnya, kemudian akan dikoordinasikan intensif dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD).

“Sudah kita sampaikan dan siapkan drafnya, kita juga sudah koordinasikan intensif dengan DLHK Provinsi, karena selama ini belum ada Perdes tentang itu,“ katanya kepada NTBPOS, Kamis, 21 Oktober 2021.

Baca Juga

Menurutnya, Perdes tentang tata kelola sampah penting buat Desa Tetebatu. Sebagai acuan buat Desa-desa penyangga lainnya seperti Desa Kotaraja yang merupakan bagian dari jalur masuk menuju Desa Tetebatu.

Selanjutnya komunikasi bersama kelompok peduli lingkungan untuk Clean Up dan Yayasan Rumah Energi terkait dengan pengelolaan limbah ternak sapi. Mengingat, masih banyak dijumpai kotoran sapi di Desa Tetebatu.

“Kami melakukan kerjasama dan koordinasi dengan yayasan dengan perhitungan untuk memberikan subsidi dimana beberapa bahan dan komponennya di tanggung sama yayasan. Kemudian warga yang bersedia menanggung biaya sisa yang tidak begitu banyak,“ terangnya.

Pembinaan juga dilakukan Deddy Sutarmin untuk bank sampah yang terintegrasi langsung dengan Bumdes dan Posyandu Keluarga. Pihaknya menunjuk DLHK Provinsi NTB sebagai tim penanggung jawab untuk melakukan pembinaan .

Sebelumnya, DLH Lombok Timur bersama 150 orang tim melakukan Clean Up dan gerakan pilah dan olah sampah (Biopari) di rumah masing-masing warga.

Selain itu, untuk persiapan penyambutan tim penilai lomba Desa Wisata Internasional, pihaknya kedepan akan menyiapkan Kontiner dan Amrol di beberapa titik sekitar lokasi.

“Nanti  bisa kita kondisikan juga untuk kontainer dan Amrol tempat sampah disekitar lokasi tinjauan,“ tutupnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply