Kurangi Pengangguran, Disnakertrans Lotim Target Buka Peluang 5000 Tenaga Kerja Setiap Tahun

  • Whatsapp
Kepala Bidang HI dan Jamsos, Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab.Lombok Timur, Senin 9 Desember 2019 di Ruang Kerjanya. (Foto: M.Nurjihadi)@NTBPOS.CO.ID

NTBPOS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus berupaya berbenah untuk mengentaskan angka pengangguran.

Dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lotim menargetkan 5000 tenaga kerja pertahunnya.

Upaya tersebut berdasarkan jumlah perusahaan yang berkembang di Lotim.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, (Disnakertran) Lombok Timur Melalui Kepala Bidang Hubungan Industri dan Jamsos, Mukti Ali, mengatakan untuk mengurangi angka pengangguran pihaknya telah melakukan langkah – langkah solutif .

” Kami menargetkan 5000 tenaga kerja pertahun yang bisa kita rekrut diluar daripada instansi pemerintah, kita menghitung berdasarkan jumlah perusahaan yang ada di Lotim, taruh saja kita ambil setengahnya dari seribu itu, kalau rata-rata perusahan masing-masing rekrut 10 tenaga kerja,” papar Kabid HI dan Jamsos yang didampingi Kasi Pengupahan dan Jamsos Ashari, SKM dan Kasi Perselisihan Hubungan Industrial, Subhan Bahtiar, di Ruang Kerjanya, Senin,9 Desember 2019.

Baca Juga

Selain itu, Program Skil Devlopmen Center (SDC) telah menawarkan konsep pelatihan kerja untuk mengurangi angka pengangguran.

Menurutnya, pelatihan bukan orientasinya untuk kompetensi semata namun pelatihan untuk bekerja sehingga jumlah pelatihan dan outputnya seimbang dengan cara melakukan hubungan kerjasama dengan pihak perusahaan sesuai kebutuhan pada masing-masih perusahaan.

” Makanya kita lakukan kerjasama dengan Perusahaan tentang kebutuhan apa saja yang dibutuhkan perusahaan itu, nanti itulah yang dilatih oleh dinas tenaga kerja melalui LLK,” jelasnya.

Disamping itu, Disnakertran juga melakukan pengawalan untuk memastikan Wirausaha baru dapat tercipta secara bertahap di daerah Patuh Karya ini.

Dengan menciptakan Wirausaha baru, maka dapat dipastikan angka pengangguran bisa berkurang.

” Dengan pola ini kami berani mengambil target 5000 terserap tenaga kerja dalam satu tahun, ” imbuhnya.

Kata kabid, maksud sebenarnya bukan menargetkan perusahaan untuk merekrut karyawan tetapi juga lebih kepada bagaimana menciptakan pengusaha baru.

Pada akhir tahun 2019, lanjutnya, pihaknya sedang melakukan identifikasi atau pendataan jumlah pengangguran di Seluruh Kecamatan.

” Kita tidak ingin dapat data berdasarkan hasil survei saja tapi kami juga harus benar – benar memastikannya dengan by name by adress, sehingga jangan sampai banyak yang mengaku nganggur agar dapat bantuan, hal itu akan berdampak buruk bagi pemerintah khususnya di Lotim.” terang Mukti. []

Berita Terkait

Leave a Reply