Digugat di PTUN, Kades Sepayung Ancam Akan Bongkar Borok Kadusnya

  • Whatsapp
Sahabudin Kepala Desa Sepayung Kecamatan Pelampang, Sumbawa Besar didampingi Pengacaranya di PTUN Mataram.Rabu, 13 November 2019./Foto : Ach.Sahib

NTBPOS.CO.ID – Sidang perdana Kepala Desa (Kades) Sepayung terkait kasus Pemberhentian Kepala Dusun (Kadus) Sepayung Luar, Kecamatan Pelampang Kabupaten Sumbawa Besar, berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram, Rabu, 13 November 2019.

Kepala Dusun Sepayung Luar, Sapriono Menggugat Kadesnya Sahabudin lantaran diberhentikan sebagai Kadus.

Kepada NTBPOS, Kepala Desa Sepayung, Sahabuddin menilai Gugatan Sapriono tidak memiliki kekuatan hukum lantaran pemberhentian dirinya sudah melewati prosedur.

Sapriono diberhentikan oleh Sahabudin karena telah melanggar kesepakatan dan merugikan masyarakat.

” Sapriono pernah melakukan kesalahan yang fatal dan merugikan masyarakat yaitu pernah memungut biaya administrasi sebagai syarat untuk memperoleh bantuan bedah rumah kepada masyarakat penerima bantuan.” terangnya.

Baca Juga

Oleh sebab itu, Kepala Desa mengambil sikap tegas dengan memberhentikan Sapriono Selaku Kadus.

” Soal kasus ini saja jika saya mau perpanjang, mungkin Sapriono hari ini sudah meringkuk di sel tahanan karena itu sudah melakukan pelanggaran  pidana.”Ucap Sahabuddin”.

Selaku Kepala Desa secara Pribadi memberikan toleransi untuk memperbaiki diri dan melindunginya dari kejaran masyarakat yang keberatan atas pungutan liar yang dilakukan Sapriono terhadap warga Dusun Sepayung Luar terkait bantuan proyek Bedah Rumah tersebut.

Langkah pemberhentian yang dilakukan Kades itu lantaran banyaknya pelanggaran yang merugikan masyarakatnya, bahkan Prona tahun 2016 lalu, dia memangkas administrasi dan menghalang halangi warganya untuk melakukan pemberkasan Pendaftaran Sertifikat Tanah ke Kantor Desa.

” Karena kerap melakukan kesalahan dan merugikan warga maka, tidak ada alasan bagi saya untuk mempertahankan dia sebagai kepala dusun sebab jabatan Kepala dusun dalam status adminitrasi pemerintahan Desa tercatat sebagai Perangkat Desa dimana kebijakan Desa atas kepala dusun.” ungkap Sahabudin.

Soal Gugatan dirinya ke PTUN saat ini, Sahabuddin menyatakan tetap kooperatif dan tidak ada alasan untuk tidak hadir memenuhi panggilan Hakim di Pengadilan Tata Usaha Negara.

” Kita ambil hikmahnya aja nanti dalam proses di pengadilan, karena bisa saja nanti Justru Sapriono telah membuka boroknya sendiri dan akan mengantarkan dirinya kejeruji sel tahanan.” ujar Kades.

Kepala Desa Sepayung menyayangkan sikap Sapriono yang melayangkan gugatan atas dirinya ke PTUN Mataram, padahal Status Kepala Dusun berperan sebagai Perangkat Desa dan Kepala Berhak mengangkat dan Memberhentikan Kepala Dusun apabila Kadus itu melanggar tugas fungsinya.

Dengan sikap yang dilakukan terhadap dirinya, Sahabudin juga tidak akan tingggal diam

” Saya akan mempersoalkan ini keranah pidana, karena secara pribadi saya merasa nama baik saya dicemarkan, selain itu saya juga akan mengungkap kembali kasus pungli dan kasus Prona yang dilakukannya. dan saya akan beberkan semua bukti- buktinya”. Kata Kades. [] NP- Ach.S

Berita Terkait

Leave a Reply