Diduga Timbun Pupuk Subsidi, Gudang KUD di Sambelia Digeruduk Warga

  • Whatsapp
Puluhan Warga Sambelia Saat Mendatangi Salah Satu Gudang Yang Diduga Menimbun Pupuk. / Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Lantaran tidak dapat pupuk, puluhan masyarakat Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia geruduk gudang KUD Sri Daya di dusun Mekar Mulya, Desa Sambelia, karena diduga menimbun Pupuk Bersubsidi, Sabtu, 27 November 2021.

Aksi tersebut dilakukan masyarakat karena ingin memastikan kebenaran adanya informasi pupuk yang di timbun tersebut, karena selama ini, pengecer pupuk mengaku bahwa saat ini pupuk sedang kosong dan langka.

Pupuk Bersubsidi Pemerintah, Barang dalam Pengawasan yang ditemukan di dalam gudang KUD Sri Daya, Desa Sambelia Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. / Foto: Unrara Angan/www.ntbpos.com

Amak Dayah (48), salah seorang anggota kelompok tani yang ikut dalam aksi tersebut mengakui bahwa selama ini tidak pernah mendapat pupuk sesuai dengan jatahnya.

“Saya nyari pupuk di ketua kelompok saya sesuai dengan jatah saya, tapi kosong katanya, tapi ternyata di gudang KUD Sri Daya, banyak pupuk bersubsidi disimpan,“ katanya.

Ia juga menambahkan bahwa sejauh ini dirinya tidak tahu sama sekali dari mana dan berapa jumlah pupuk yang tersimpan di gudang itu.

Baca Juga

Sementara itu, Kepala Desa Sambelia, Subandi mengatakan, aksi tersebut dilakukan masyarakat atas dasar kemauan sendiri, tanpa ada yang mengakomodir.

“Mereka ini geram karena sering tidak dapat jatah. Bahkan mereka juga mau merusak gudang itu,“ terangnya.

Lebih lanjut, Subandi mengatakan bahwa selama ini tidak ada konfirmasi ke pihak Desa terkait penggunaan gudang tersebut sebagai tempat penyimpanan pupuk.

Menanggapi hal tersebut, Perwakilan Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ismail, saat di konfirmasi via telephone menjelaskan bahwa, pupuk di gudang itu merupakan stok distributor resmi untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk di Kecamatan Sambelia.

“Jumlah pupuk itu 100 ton dan pada bulan Desember ini akan kami distribusikan sesuai alokasi di Kecamatan Sambelia,“ ucapnya

Terkait status KUD Sri Daya, lanjut Ismail, sudah dilakukan akad sewa menyewa untuk dijadikan gudang penyangga Puskud Daerah NTB.

“Ada bukti akad sewa menyewa secara tertulis dengan pengurus KUD itu. Sudah empat tahun kami tempati, tidak berani kami asal menempati,“ ujarnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply