Diduga Tilep Dana BST, Warga Menceh Minta Kejelasan Aparat Desa

  • Whatsapp
Masyarakat Desa Menceh Saat Hearing Bersama Pemdes. / Foto: Unrara Angan/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Masyarakat Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur melakukan hearing bersama pemerintah desa terkait adanya dugaan staf desa dan kepala dusun yang memotong Bantuan Sosial Tunai (BST), Selasa 20 April 2020.

Koordinator lapangan hearing, Sahrul Mudi, mengatakan ada oknum staf Desa Menceh telah mengambil uang BST yang seharusnya untuk masyarakat dan itu terjadi berulang kali.

Hal itu terungkap ketika seorang warga, Zuhri (35) yang mendapatkan BST menanyakan langsung ke pihak pos karena dirinya hanya dapat sekali selama setahun.

“Pihak Pos memberikan jawaban bahwa Zuhri sudah mengambil BST setiap bulan di wakili staf desa atas nama Anwar,“ tutur Sahrul.

Lanjut Sahrul, Anwar juga bekerja sama dengan Kepala Dusun Dasan Tereng bernama Purnawaan diduga dengan motif uang BST di bagi dua.

Baca Juga

Selain mengambil uang bantuan itu, Anwar juga melibatkan anak muda dengan diberikan bukti undangan pengambilan dan surat rekomendasi dari Desa dan diupah Rp 20. 000. Mereka mengambil uangnya ketika sudah tidak ada orang.

“Saya tidak yakin 11 orang saja yang di korupsi bantuannya, saya rasa ada yang lain juga. Kami akan cari warga yang merasa di ambil haknya,“ ucapnya.

Dalam hearing tersebut, Sahrul mewakili masyarakat menyampaikan, bagi oknum yang terlibat di kasus ini untuk melepas jabatannya dan akan di peroses secara hukum.

Sementara Itu Kepala Desa menceh, Idrus tidak memberikan komentar panjang dan mengakui kejadian bahwa BST dikorupsikan bersama enam orang sampai saat ini.

“Ini sudah terlanjur dan kesalah kami tetapi tidak bisa kami penuhi permintaan masyarakat untuk keluar dari jabatan ini,“ tandasnya.

Kesepakatan bersama di akhir hearing bahwa oknum yang terlibat dugaan kasus korupsi BST ini tidak boleh masuk kantor selama proses hukum berlanjut. np

Berita Terkait

Leave a Reply