Diduga Memotong Gaji Cleaning Service, LSM Rudal Hearing ke Dewan

  • Whatsapp
Acara Hearing LSM Rudal dengan PT SSL Yang Ditengahi oleh Komisi IV DPRD Lombok Tengah di Kantor DPRD Lombok Tengah./ Foto : M. Hardi Putrawan/www.ntbpos.co

LOMBOK TENGAH – Lembaga Swadaya Masyarakat Ruang Diskusi Anak Lingkar (LSM RUDAL) melakukan hearing ke kantor DPRD Lombok Tengah, Selasa, 22 Juni 2021. Hearing tersebut berkaitan dengan adanya dugaan pemotongan gaji cleaning service yang dilakukan oleh PT Sri Suli Lestari.

Dalam haering yang ditengahi Komisi IV itu, Ketua LSM RUDAL, Kusuma Wardana membeberkan data-data gaji yang tertera pada kontrak kerja dengan besaran gaji yang diterima karyawan, khususnya cleaning service.

“Seharusnya mereka (cleaning service, red) mendapatkan 1 juta, tapi pada kenyataanya hanya diberikan 800 ribu, dan itu terjadi dari awal sampai saat ini,“ tuding Kusuma.

Selain itu, dalam kontrak kerja tersebut lanjutnya, tertera jaminan kesejahteraan bagi karyawan, namun lagi-lagi dari hasil temuannya, hal itu tidak diberikan oleh PT SSL ini.

Kusuma juga menyinggung mengenai anggaran untuk pengadaan pembelian alat yang dalam pagunya tertulis 36 juta akan tetapi pembelanjaan alat tersebut berdasarkan kwitansi yang dia pegang dikatakan pembelanjaannya tidak lebih dari 4,5 juta.

Kusuma kemudian mempertanyakan sisa anggaran tersebut dikemanakan. Atas dasar itu ia mencurigai ada pelanggaran kontrak kerja dan tindak kecurangan yang dilakukan oleh PT SSL terhadap karyawan khususnya cleaning service.

“Kami akan tuntut PT SSL ini sesuai dengan hukum yang berlaku,“ ancamnya.

Sementara leader cleaning service, Taufik selaku wakil PT SSL dalam hearing tersebut membantah tuduhan yang dilontarkan oleh LSM Rudal. Dikatakan semua tuduhan yang dilontarkan LSM Rudal itu tidak benar, menurutnya selama ini PT SSL sudah menjalankan kerja sesuai dengan kontrak kerja yang sudah disepakati.

“Gaji 800 ribu yang dipegang (oleh LSM Rudal,red) itu adalah penggajian tahun lalu ketika pagu masih rendah dari tahun 2018-2020. Meskipun tidak sesuai dengan yang ada di kontrak kerja karena pagu rendah, kami menerima itu. Pihak rumah sakit pun memaklumi itu,“ ucap Taufik.

Adapun mengenai alat-alat kerja yang dimaksud itu juga menurut Taufik sudah lengkap, hal itu ia meminta bisa di kroscek langsung ke rumah sakit.

Sementata dari Anggota Komisi IV DPRD Loteng, Legewarman meminta supaya persoalan ini menjadi perhatian bersama supaya jangan sampai terulang oleh perusahaan-perusahaan lainnya.

Ke depan Komisi IV akan kembali mengadakan pertemuan selanjutnya dengan menghadirkan TAPD dan Disnakertrans supaya semua permasalahan bisa diklirkan. np

Berita Terkait

Leave a Reply