Diduga Mafia Tanah di Sembalun, Rahim Mengaku Anggota Dewan Pers

  • Whatsapp
Abd. Rahim, Oknum Yang Mengaku Dewan Pers Saat Mediasi Tanah di Sembalun. / Foto : Dok/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Mediasi kasus jual beli tanah yang dilakukan oleh Amaq Misnalim kepada Abdul Rahim ternyata masih menjadi hak milik Mastin, acara tersebut berlangsung di Kantor Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun pada Kamis, 14 Oktober 2021 kemarin.

Mastin mengaku bahwa tanah tersebut masih menjadi miliknya berdasarkan bukti surat jual-beli pada tanggal 7 Oktober 1976 yang dilakukan oleh Harun kepada Amaq Kasta (kakek dari Mastin).

Saat dikonfirmasi wartawan media ini, Mastin mengaku tanahnya dirampas oknum yang tiba-tiba membuka lahan di kebunnya dengan cara membabat sejumlah pohon.

“Yang menjual namanya Amaq Misnalim, dan pembeli namanya Abdul Rahim, dia mengaku pimpinan media dan juga ketua jurnalis,“ ungkap Mastin di kediamannya, Kamis, 21 Oktober 2021.

Lebih lanjut, Mastin juga menunjukkan bukti-bukti kepemilikan tanahnya berupa surat jual beli penukaran, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT)  dan gambar denah lokasi beserta saksi ahli pemutihan yakni H. Kartip, yang saat itu menjabat Kepala Desa Sembalun Bumbung.

Baca Juga

“Bukti kepemilikan tanah saya itu sudah jelas,“ tuturnya.

Sementara pada saat mediasi di kantor Desa Sembalun Bumbung, selain menjadi ketua umum Jurnalis dan Pimpinan Media, Abdul Rahim juga mengaku sebagai anggota Dewan Pers di Jakarta.

“Saya kebetulan pimpinan umum media matalensa dan lensacybernews pak, saya punya perusahaan sendiri,“ ucapnya.

Selain itu, Abdul Rahim yang mengaku berdomisili di Jakarta, bahkan diduga membentak salah satu wartawan yang dengan mengaku sebagai anggota dewan pers.

“Kebetulan saya di dewan pers juga boss di Jakarta,“ tegasnya.

Sementara Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers, M. Agung Dharmajaya mengaku tidak kenal dan tidak punya anggota atas nama Abd. Rahim.

“Yang pasti kalau dia mengaku orang Dewan Pers, saya jamin bohong,“ terang Agung saat dikonfirmasi wartawan www.ntbpos.com

Lebih lanjut Agung juga menerangkan bahwa media yang di pakai tidak terdata di Dewan Pers. “Saya cek data di Dewan Pers, medianya belum terdata,“ jelasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply