Diduga Beda Pilihan, Kades Bagek Payung Selatan Pecat Dua Perangkatnya

  • Whatsapp
Lampiran SK Pemberhentian (atas), Sekdes Bagik Payung Selatan (kiri) dan Kepala Urusan Keuangan (kanan). / Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Belum genap satu bulan Bupati Lombok Timur mengingatkan Kepala Desa untuk tidak berbuat otoriter dalam memimpin Desa. Kini kasus pemecatan sepihak terhadap perangkat desa kembali terjadi.

Tidak tanggung-tanggung, Kepala Desa Bagik Payung Selatan, Kecamatan Suralaga memberhentikan 2 orang perangkatnya, seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Keputusan (SK) nomor : 141/01/BPS/X/2021, tanggal 8 Oktober 2021.

Sekretaris Desa, Asmuni Riadi dan Kepala Urusan Keuangan, Diana Rohmah terpampang jelas dalam lampiran SK tentang Pemberhentian Dalam Jabatan Perangkat Desa di Lingkungan Pemerintah Desa Bagik Payung Selatan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Desa, Asmuni Riadi yang dikonfirmasi wartawan media ini melalui sambungan telepon mengaku bingung atas keluarnya surat pemberhentian yang ia terima dari istrinya.

“Saya terima surat itu dari istri saya karena orang yang mengantarnya tadi sore menitipnya di istri saya. Kebetulan tadi saya tidak masuk kantor karena kaki saya sakit, bekas parang,“ katanya, Jum’at, 8 Oktober 2021.

Baca Juga

Asmuni menerangkan bahwa selama ini ia merasa tidak pernah melakukan pelanggaran, apalagi mendapat teguran dari pimpinan sebelumnya, bahkan kepala desa baru hari ini.

“Sejauh ini saya tidak ada masalah dengan pak kades, komunikasi kami baik-baik saja. Alasan saya diberhentikan juga saya tidak tahu karena selama ini saya aktif masuk kantor,“ terangnya.

Ia justru menduga pemecatannya bersama Bendahara, erat kaitannya dengan politik Pilkades, sebab ia mengakui tidak memberikan dukungan kepada Kades terpilih.

“Mungkin karena kami beda pilihan waktu Pilkades, karena bendahara desa juga keponakannya mantan kades. Wajar juga saya pilih mantan kades karena saya harus balas jasa dan tidak hanya kami berdua tapi 5 orang perangkat yang ada juga memberikan dukungan kepada mantan kades,“ jelasnya.

Atas perlakuan yang ia terima, Asmuni mengaku pasrah dan tidak bisa berkata apa-apa namun akan merespon perlakuan kepala desa sesuai aturan di pemerintahan dan melalui jalur hukum.

Sementara itu, Kepala Desa Bagik Payung Selatan, Abdul Manan belum bersedia memberikan keterangan kepada media saat dihubungi via pesan WhatsApp.

“Maaf, untuk lebih jelasnya Insya Allah hari Senin kami dari Pemerintah Desa dan BPD siap konferensi pers di kantor desa,“ tegasnya.

Sedangkan Camat Suralaga, Drs. Nurhilal mengatakan tidak mengetahui soal pemberhentian dua orang perangkat Desa Bagik Payung Selatan. Ia mengaku baru mengetahui kasus tersebut setelah wartawan www.ntbpos.com meminta konfirmasi.

Saat ditanya soal rekomendasinya terkait pemberhentian perangkat desa tersebut, ia menjawab tidak pernah mengeluarkan surat terkait aparat desa.

“Tidak ada saya keluarkan rekomendasi terkait aparat desa BPS,“ jawab Nurhilal, singkat melalui pesan WhatsApp pribadinya. np

Berita Terkait

Leave a Reply