Didesak LSM KASTA, Kejati NTB Akan Tetapkan Tersangka Kasus LCC

  • Whatsapp

NTBPOS.CO.ID – LSM KASTA NTB mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi NTB, untuk mempertanyakan kembali progres penanganan kasus korupsi pada lahan Lombok City Center (LCC) Gerimak Narmada, Lombok Barat. Kedatangan puluhan pengurus KASTA NTB DPC Lobar.

Kehadiran Mereka di Kejati NTB, diterima langsung oleh asisten tindak pindana Khusus Kejati NTB Gunawan Wibisono, SH., MH.

Dalam audiensinya Ketua KASTA NTB DPC LOBAR Alhadi Muis, mempertanyakan sampai sejauh mana kesiriusan Kejati dalam penanganan kasus dugaan korupsi lahan LCC paska keluarnya hasil audit BPKP.

Kejati NTB melalui Asisten Tindak Pidana Khusus, Gunawan Wibisono menyampaikan, sudah berupaya membantu APH dalam hal ini Kejati NTB karena telah berkomitmen untuk menuntaskan kasus tersebut.

Baca Juga

Baca juga : KASTA NTB Pertanyakan Kembali Hasil Audit BPKP Soal LCC

” Silahkan kawan-kawan KASTA NTB setiap saat berkoordinasi dengan kami untuk mempertanyakan progres kasus ini, kami welcome dan berterima kasih karena merasa di dukung penuh”. Tandas Gunawan mempersilahkan. Rabu, 27 November 2019.

Sementara itu Ketua Pembina Kasta NTB Lalu Wink Haris yang juga ikut hadir mendampingi pengurus KASTA NTB DPC Lobar berharap agar Kejati serius segera mengeluarkan surat penetapan tersangka pelaku dugaan tindak pindana Korupsi pada lahan LCC ini sehingga nantinya menjadi pintu masuk bagi penyelesaian kasus yang dimaksus secara menyeluruh.

Wink menyatakan, pada prinsipnya kecewa dengan APH, dalam hal ini Kejati NTB dan menurutnya pihak terkait belum menyentuh pada substansi persoalan utama dari kasus Korupsi kasus LCC. Hal itu menyangkut masalah penyertaan modal Pemkab Lobar melalui PT. Tripat dan Pihak Swasta PT. Bliss”.

“Kami melihat justru yang saat ini di angkat oleh APH justru masih seputar kelas terinya dan belum menyentuh para Hiunya tegas Lalu Wink menganalogikan, kasus Reuslaq kantor eks BPP (Balai Penyuluh Pertanian) antara PT. BLISS dengan Pemkab Lobar semestinya menjadi prioritas utamakan penyidikan”, ungkap Wink Haris menyesalkan sikap Kejati.

Namun demikian, pihaknya tetap menghormati Kejaksaan Tinggi NTB yang sudah bekerja cukup maksimal dalam upaya menuntaskan kasus ini dan berharap kasus Reuslaq ini menjadi pintu masuk untuk penyelesaian kasus dugaan Korupsi lahan LCC ini secara menyeluruh katanya menekankan.

Menjawab desakan tersebut, Aspidsus Kejati NTB, Gunawan Wibisono, SH MH, mengatakan, kejaksaan tentu melihat persoalan mana yang paling berpotensi untuk di selesaikan terlebih dahulu sebagai prioritas.

Gunawan memaparkan Dibutuhkan kerja maksimal untuk mengumpulkan data otentik secara menyeluruh agar nanti benar-benar lengkap dan tidak mental dimeja persidangan.

Kata Gunawan, syarat yang dibutuhkan sudah ada untuk penetapan tersangka.

Pihak Kejati pun berjanji untuk segera mengumumkan nama-nama tersangka yang sudah dikantongi.

” Tentu tidak bisa menjanjikan kapan waktu dan harinya untuk penetapan para tersangka karena ada beberapa langkah yang harus kami lewati terlebih dahulu dan insyaallah dalam waktu dekat kami akan segera melakukan gelar perkara atas kasus Lahan LCC tersebut”. Jelas Hasan Basri meyakinkan rombongan KASTA NTB.[] NP- Ach.S

Berita Terkait

Leave a Reply