Diabaikan Pihak ITDC, Warga Pemilik Lahan Lokasi Pembanguan Sirkut MotoGP Lakukakan Pemagaran

  • Whatsapp
Kecewa karena diabaikan pihak ITDC. Warga Pemilik Lahan lokasi pembangunan Sirkuit MotoGP lakukan pemagaran. / Foto: Talikanews

LOMBOK TENGAH, NTBPOS.com – Karena tidak mendapatkan jawaban dan tidak memenuhi janjinya oleh PT ITDC untuk rembuk mencari solusi terhadap lahan lokasi pembangunan sirkuit MotoGP. Akhirnya warga mengambil langkah dengan memagar lahan yang berada di Kuta Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahad, 29 September 2019.

Alus Darmiah mengatakan, pemagaran itu dilakukan karena tidak ada etikat baik dari PT ITDC untuk menyelesaikan persoalan lahan yang belum dibebaskan. Padahal, tadi malam (Sabtu malam, red) warga menunggu kedatangan pihak ITDC di Balai Desa Kuta, untuk mencari solusi. Hanya saja, tidak satu pun dari pihak ITDC mau menemui warga.

“Gimana kami tidak kecewa, kita sudah undang pihak ITDC tapi, tidak mau datang bertemu pemilik lahan,” ungkapnya seperti diberitakan Talikanews.com, Ahad, 29 September 2019.

Dikatakanya, pemagaran itu bentuk protes warga kepada pihak ITDC yang tidak mau melunasi lahan warga seluas 75 are. Memang lanjutnya, beberapa waktu lalu pihak ITDC ingin ganti rugi lahan tersebut per are berkisar Rp 70 juta sampai Rp 100 juta mengikuti harga inclube. Namun pemilik merasa harga yang ditawarkan pihak ITDC terlalu kecil. Dimana, pemilik lahan di Kawasan Ekonomi Khusus ingin dibayar seharga Rp 300-500 juta per are. Akan tetapi pihak ITDC tetap bertahan dengan harga inclube tersebut.

“Kami akan tetap bertahan jika ITDC tidak mengundang. Sebenarnya, kalau pihak ITDC mau bertemu warga, tukar pendapat cari solusi, kami yakin warga dapat menerima kenyataan, namun pihak ITDC enggan bertemu warga,” ujarnya.

Baca Juga

Terpisah, direktur Konstruksi dan Operasional PT ITDC, Ngurah Wirawan dikonfirmasi mengatakan, PT ITDC tidak ada masalah dengan pembayaran jika surat-suratnya lengkap yakni ada sertifikatnya, tidak tumpang tindih denga HPL ITDC, kemudian BPN menyatakan benar pasti ITDC minta appraisal nilai dan segera dibayar.

“ITDC terbuka dan siap membayar jika dilengkapi surat dan sertifikat. Mengenai harga, sudah ditentukan sesuai hasil appraisal,” tutupnya sembari menambahkan dirinya masih di Jakarta.

Kapolres Loteng AKBP Budi Santosa dikonfirmasi saat warga memagar lahan lokasi pembangunan sirkuit MotoGP tersebut,  mengarahkan supaya media tanyakan langsung ke ITDC.

” Komunikasi dengan ITDC mas, Kita sudah turun ke lapangan, permasalahan akan dikomunikasikan dengan pihak ITDC untuk status lahan dan ke kontraktor menyangkut dump truk yang ingin bekerja,” pungkasnya. [] NP-TALIKANEWS

Berita Terkait

Leave a Reply