Di Lotim, 29 Desa Bakal Ikuti Pilkades 2020

  • Whatsapp
Kepala Bidang DPMD Lotim, Lukmanul Hakim. / Foto : Ist

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Pemilihan Kepala Desa serentak tahap ke-3, di Kabupaten Lombok Timur yang akan digelar pada tahun 2020 mendatang, akan diikuti 29 Desa. Pelaksanaan Pilkades ini sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomer 15, Tahun 2015. Demikian dikatakan Lukma Nul Hakim, Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Kabid Pemdes), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kabupaten Lombok Timur, belum lama ini.

“Pilkades, jelas di dalam Perbup No. 15, Tahun 2015, bahwa ada 3 gelombang.

Gelombang 1 tahun 2015, yang diikuti oleh 53 Desa, Kemudian gelombang ke-2 tahun 2017 yang diikuti oleh 159 Desa, dan gelombang ke-3, akan diikuti oleh 29 Desa,” kata Lukman.

Lukman mengatakan seharusnya ada 27 Desa yang akan mengikuti Pilkades ditahun 2020. Namun, ada penambahan sebanyak 2 Desa yang mengikuti Pilkades tahap 3 ini.

Hal tersebut dikarenakan adanya Kepala Desa terpilih pada Pilkades 2017 yang tidak di lantik. Sehingga 2 Desa tersebut, kembali dimasukkan untuk menggelar Pilkades pada tahun 2020 mendatang.

Baca Juga

Adapun Desa yang dimaksud tersebut adalah Desa Sikur Barat, Kecamatan Sikur, dan Desa Pejaring, Kecamatan Sakra Barat.

Desa Sikur Barat, Kadesnya meninggal dunia sebelum pelantikan. Sedangkan Kades Pejaring mengundurkan diri akibat terjerat kasus hukum.

“Kenapa ditambah 2 Desa? Karena ada 2 Desa yang di tahun 2017 itu Kepala Desa terpilih tidak dilantik. 1 meninggal dunia, yang 1 mengundurkan diri. Sehingga, bagi Desa Sikur Barat dan Desa Pejaring, kita masukkan ke tahap 3 di tahun 2020,” beber Lukman.

Masuknya kembali 2 Desa tersebut dalam Pilkades 2020 dikarenakan kedua Kades terpilih, belum di lantik. Hal ini berbeda dengan Desa-desa yang Kadesnya tersangkut kasus hukum setelah dilakukan pelantikan.

Bagi Desa-desa yang telah dilantik Kadesnya kemudian tersangkut kasus hukum, tidak dapat dimasukkan untuk mengikuti Pilkades serentak. Akan tetapi, Desa tersebut dapat melaksanakan Pemilihan Antara Waktu (PAW).
Namun, tidak semua Desa yang Kadesnya tersangkut kasus hukum dapat mengikuti Pilkades serentak tahap 3.

Sebanyak 5 Desa yang dijadwalkan mengikuti PAW, 1 Desa Sikur karena Kadesnya meninggal dunia dan 4 desa karena tersangkut hukum. Ke 4 Desa tersebut adalah Desa Pemongkong, Pringgabaya Utara, Mendana Raya, Tete Batu Selatan. Sementara 1 Desa yaitu Desa Sikur selatan, mengikuti PAW karena Kadesnya meninggal dunia.

“Yang sudah melaksanakan PAW pada Rabu  11 September 2019 lalu adalah Tete Batu Selatan, yang telah menghasilkan Kepala Desa PAW,” ungkapnya.

“Kades terpilih menjalankan sisa masa jabatan Kepala Desa yang diberhentikan. Dan ini masuklah dia terhitung menjadi 1 periode,” jelasnya lebih lanjut. [] NP-Ded

Berita Terkait

Leave a Reply