Bupati Lotim Kaitkan Penerapan Petani Digital dengan Program Kota Pintar

  • Whatsapp
Bupati Lombok Timur Bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB./ Foto : Istimewa/www.mtbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy menyampaikan apresiasinya atas bantuan dan dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat terhadap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat Lombok Timur melalui berbagai fasilitas.

Bupati menyebut industri tenun, hingga peternakan dan pertanian merupakan sejumlah program yang telah dilakukan BI di Lombok Timur.

Khusus di sektor pertanian, ungkap Bupati, BI telah memberikan bantuan pengembangan pertanian organik untuk klaster cabai, yang ditindaklanjuti dengan penerapan digital farming atau pertanian digital.

Melalui upaya tersebut Bupati meyakini akan mewujudkan efisiensi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produksi hasil pertanian, demikian pula dengan pemasaran.

Hal itu dipaparkan Bupati pada acara peresmian Pilot Project Penerapan Digital Farming di Kelompok Tani Orong Balak, Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Selasa, 23 November 2021.

Baca Juga

Pada kesempatan itu, Bupati mengaitkan program ini dengan komitmen Pemerintah Lombok Timur untuk mewujudkan kota pintar (smart city) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lombok Timur.

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Ahmad Fauzi menyampaikan manfaat teknis digital farming bagi kelompok tani Orong Balak sebagai pilot project, yaitu dapat memprediksi cuaca secara akurat sehingga petani mengetahui jadwal tepat untuk melakukan penanaman.

Selain itu, masyarakat juga bisa memilih komoditas terbaik yang tepat, penggunaan sarana produksi, serta peringatan dini terkait kondisi tanah dan cuaca. Dengan begitu petani dapat meminimalisir resiko serta hasil yang lebih optimal.

Meski demikian, Heru mengingatkan bahwa keberhasilan program ini ada di tangan petani. Tiga prinsip yang harus dipegang, ungkapnya, adalah satu visi, satu hati, dan satu aksi.

Dengan adanya program ini diharapkan petani Orong Balak dapat menjadi petani mandiri, sejahtera dan contoh bagi petani lainnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pengendalian inflasi yang rendah dan stabil, khususnya kelompok volatile food. 

“Langkah ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan dan pemberdayaan UMKM yang dilakukan pemerintah daerah,“ np

Berita Terkait

Leave a Reply