Buntut Penganiayaan, Warga Ketare dan Rambitan Dimediasi

  • Whatsapp
Kapolres Loteng bersama Dandim 1620 saat Memediasi Warga Desa Katare dan Rambitan di Aula Kantor Camat Pujut, Lombok Tengah./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.co

LOMBOK TENGAH – Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho bersama Dandim 1620, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan memediasi warga Ketare dengan Rambitan, bertempat di Aula Kantor Camat Pujut, Senin, 21 Juni 2021.

Mediasi ini untuk mengajak kedua belah pihak duduk bersama memecahkan masalah dugaan penganiayaan kepada dua remaja asal Desa Ketare itu dilakukan secara damai.

Dalam mediasi tersebut, Kapolres Loteng meminta kedua belah pihak untuk sama-sama menahan diri supaya tidak melakukan kekerasan yang dapat menggangu rasa aman dan kondusifitas di tengah masyarakat, sembari menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

Esty menjelaskan, kedatangan warga Desa Ketare untuk menuntut supaya terduga pelaku penganiayaan segera ditangkap dan diadili. Demikian juga pihak warga Desa Rambitan yang hadir juga mendukung upaya kepolisian untuk menangkap dan mengadili terduga pelaku untuk diproses hukum.

“Kedua belah pihak bersepakat untuk menjaga keadaan selalu aman dan kondusif,“ jelasnya.

Baca Juga

Selain itu, lanjutnya, mereka juga bersedia membantu pihak aparat untuk memberikan pemahaman dan mencegah upaya provokasi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab melalui penyebaran berita bohong.

Sementara salah seorang tokoh Desa Rambitan mempersilahkan aparat melakukan proses hukum.

Selain dihadiri Kapolres dan Dandim, Proses mediasi itu juga dihadiri oleh Kabag Ops Lombok Tengah, Camat Pujut, Kades Ketare, Kades Rembitan dan perwakilan tokoh masyarakat dari kedua Desa. np

Berita Terkait

Leave a Reply