Belum Genap 1 Tahun Sudah Rusak, DPRD Lotim Ragukan Kualitas Talud di Sembalun

  • Whatsapp
L. Hasan Rahman, Ketua Komisi IV DPRD Lombok Timur./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Proyek di sepanjang jalan Pusuk Sembalun tidak hanya mendapat sorotan warga, namun juga menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim).

Pasalnya, proyek pembangunan talud jalan yang belum genap 1 tahun tersebut sudah mengalami kerusak, sehingga hasilnya diragukan dengan alasan minimnya pengawasan.

Fasilitas umum yang dibiayai dari dana APBN dengan anggaran miliaran rupiah tersebut seharusnya memiliki kualitas yang bagus, mengingat fungsi talud adalah untuk memperbesar tingkat kestabilan tanah.

Hal tersebut diungkapkan, H. Lalu Hasan Rahman, ketua Komisi IV DPRD Lotim, kepada wartawan www.ntbpos.com, beberapa hari lalu usai rapat paripurna.

Rusaknya fasilitas yang dibangun tersebut menurutnya karena standar kualitas campuran material bangunan tidak sesuai, sehingga mudah rusak oleh faktor alam.

Baca Juga

Meski demikian, politisi partai Golkar yang akrab disapa mamiq Maman tersebut meyakini bahwa sebelum pengerjaan tentu sudah dilakukan pengkajian oleh pihak terkait.

“Tidak mungkin pengerjaan proyek dengan kondisi seperti di sembalun dikerjakan asal-asalan, apalagi dengan anggaran fantastik, pasti sudah dikaji lebih awal,“ jelasnya.

Dirinya berharap supaya semua kerusakan segera diperbaiki dengan kualitas yang diharapkan, jangan sampai kualitasnya setelah di perbaiki tambah buruk.

“Kita harapkan pengerjaan jalan di sembalun saat ini, dikerjakan dengan baikn. kapan lagi akan ada anggaran untuk memperbaikinya, belum tentu ada setiap tahunnya,“ katanya.

Sementara itu, wakil ketua DPRD Lotim, Daeng Paelori menghimbau kepada masyarakat supaya ikut serta mengawasi pengerjaan jalan di sembalun.

“Kalau ada temuan-temuan kualitasnya tidak bagus, cepat rusak, lapor aja ke DPRD nanti kita cek dia bareng-bareng,“ ucapnya.

Meskipun pengerjaan jalan di sembalun merupakan proyek APBN, namun ada hak masyarakat untuk memberikan saran supaya pengerjaan dilakukan dengan kualitas bagus, karena lokasinya di Lotim, maka yang akan menikmati masyarakat Lotim sendiri.

“Jangan sampai tahun ini di kerjakan, tahun depan sudah rusak. Nanti kita lakukan pengawasan turun ke lokasi bersama komisi lV, untuk melihat kondisi fisik hasil pengerjaanya,“ pungkasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply