Belum Dibayar ITDC, Warga Pemilik Lahan di KEK Mandalika Hadang Penataan Sirkuit MotoGP

  • Whatsapp
Puluhan warga yang mengklaim pemilik lahan dikawasan ITDC tampak menghalangi aktifitas alat berat yang bekerja dan tampak dan aparat keamanan berjaga  / Foto: Talikanews

LOMBOK TENGAH, NTBPOS.com – Puluhan warga yang mengaku pemilik lahan di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika Kuta Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tepatnya di titik lokasi pembangunan sirkuit MotoGP, menghadang alat berat yang akan membangun sirkuit motor dunia itu.

Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap PT. ITDC dan Pemerintah karena sampai saat ini persoalan pembebasan lahan di wilayah Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, belum diselesaikan.

Warga Dusun Ujung yang juga Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BKD) Kuta, Alus Darmiahusai menggelar aksi bersama warga yang mengaku lahan Sirkuit MotoGP masih milik mereka,

“Lahan itu masih hak milik warga dan belum diselesaikan oleh PT. ITDC,” ungkapnya seperti diberitakan Talikanews.com, Sabtu, 28 September 2019.

Warga meminta kepada pihak PT. ITDC dan Pemerintah untuk menyelesaikan persoalan lahan milik warga sebelum melakukan pengerjaan Sirkuit MotoGP.

Baca Juga

“Jika mau melakukan pembangunan, selesaikan dulu urusan lahan dengan pemilik,” katanya.

Alus menuturkan, lahan lokasi pembangunan sirkuit MotoGP itu adalah jalan Desa yang juga persoalannya belum diselesaikan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kuta. Bisa dibilang masih hak milik warga. Untuk itu mereka meminta kepada pihak ITDC segera membayar lahan tersebut.

“Kalau tidak, warga akan menggelar aksi dan meminta langsung kepada Presiden RI Joko Widodo untuk menyelesaikan persoalan lahan saat membuka acara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Peletakan Batu Pertama pembangunan Sirkuit MotoGP pada Tanggal, 11 Oktober 2019 nanti,” ancam mereka.

Ketua Badan Keamanan Desa (BKD) Kuta beserta Anggota BKD termasuk Sekretaris Desa (Sekdes) Kuta, Mardan yang hadir saat itu berusaha memediasi.

“Kehadiran BKD untuk membantu mememidiasi warga pemilik lahan dengan PT. ITDC dan Pemerintah,” tutur Alus.

Adanya penolakan itu, aktivitas Alat Berat yang tengah menata Sirkuit MotoGP dihentikan. Warga pun membubarkan diri, dan sebagai tindak lanjut dari aksi warga itu, akan digelar pertemuan antara warga dengan Perangkat Desa Kuta di Aula Kantor Desa Kuta.

“Malam ini kita akan bermusyawarah dengan warga dan seluruh Kadus, BKD termasuk BPD di Aula Kantor Desa Kuta,” cetusnya.

Jika pihak ITDC tetap seperti ini maka, masyarakat akan memagar lahannya atau eks jalan Desa.

“Intinya masyarakat ingin lahannya dibayar, jika tidak maka akan ambil kembali lahan tersebut,” tutupnya.

Direktur Konstruksi dan Operasional PT ITDC, Ngurah Wirawan dikonfirmasi mengaku sedang berada di Jakarta sehingga belum dapat laporan lengkap.

“Saya belum bisa komentar saat ini karena Info belum lengkap,” pungkasnya. [] NP-TALIKANEWS

Berita Terkait

Leave a Reply