Anjlok di Penilaian SDM, DPMPTSP Lotim Gagal Pertahankan Peringkat Ketiga

  • Whatsapp
Muksin, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lombok Timur./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lombok Timur gagal mempertahankan peringkat ke-3 secara nasional dalam lomba Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) word yang diselenggarakan oleh Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

Setelah tim penilai melakuakan verifikasi faktual beberapa hari yang lalu, ternyata DPMPTSP Lombok Timur tidak memenuhi standar pada penilaian Sumber Daya Manusia (SDM) karena nilainya kurang dari 90.

Kepala Dinas PM-PTSP, Muksin, menuturkan bahwa sebelum tim penilai pusat melakukan verfal, secara administrasi Lotim masuk peringkat ketiga.

“Ada 3 sektor tempat kita mendapat nilai rata-rata diatas 90 bahkan mencapai 100, yaitu Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HPMI) nilainya 100, perijinan Provensi ke Dinas PM-PTSP Lotim nilainya 95, percepatanan pelaksanaan usaha oleh pemda 96,8,“ jelasnya, Selasa 15 Juni 2021.

Sedangkan untuk kinerja Dinas PM-PTSP Lotim sendiri, kata Muksin, ada 5 item yang dinilai yaitu inovasi, capaian investasi penanaman modal, sarana prasarana, kelembagaan dan SDM.

“Selaian item penilaian SDM sudah diatas 95, hanya item SDM nilainya anjlok yaitu 35,“ sesalnya.

Ternyata, kata Muksin, SDM di Dinas PM-PTSP harus memiliki standar yaitu sertifikat tingkat dasar dan tingkat lanjutan yang dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Muksin menyesali bahwa BKPM jarang mengadakan pelatihan seperti itu kepada karyawan dan walaupun ada pelatihan namun tidak mengeluarkan sertifikat.

Ia juga menyayangkan karena nilai satu item merah mengalahkan nilai semua sektor sehingga peringkat 3 anjlok menjadi peringkat ke-31.

“Kedepan kami akan mengusulkan pelatihan dari BKPM di tahun ini. Lomba ini jadi pelajaran bagi kita,“ ucapnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply