Angka Kematian Ibu Melahirkan di Lotim Masih Rentan Terjadi

  • Whatsapp
H. M. Juaini Taofik, Sekretaris Daerah Lombok Timur./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Angka kematian Ibu akibat melahirkan di Lombok Timur masih rentan terjadi, sebanyak 157 dari 100.000 ibu meninggal akibat melahirkan. Angka tersebut sangat tinggi menurut standar WHO.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik mengatakan, 70% ibu di Lombok Timur meninggal di Rumah Sakit dan penyebab utamanya adalah karena terlambat mendapatkan penanganan intensif, mengingat hal tersebut merupakan wewenang hak warisnya.

“70% ibu melahirkan, meninggal di rumah sakit karena terlambat dirujuk,“ katanya kepada NTBPOS, Senin, 27 September 2021.

Ia menambahkan, salah satu upaya meminimalisir kematian pada ibu saat melahirkan, Pemda meminta kepada Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas untuk mendatangi keluarga ibu yang akan melahirkan, jangan menunggu pendarahan dulu baru dirujuk.

“Agar kades tidak sendirian, silahkan koordinasi dengan Babinsa, Babinkamtibmas setempat untuk mendatangi keluarga masyarakat yang akan melahirkan,“ ujarnya.

Baca Juga

Lebih lanjut Taofik menjelaskan, salah satu alasan masyarakat tidak mau dirujuk ke adalah karena terkendala kelengkapan dokumen kesehatan seperti BPJS dan lainnya, sehingga sampai saat ini tinggal 18% masyarakat Lotim yang belum memiliki BPJS, dimana sebagian besar yang tidak memiliki berada di keluarga miskin.

“Orang ragu dirujuk juga karena tidak memiliki biaya, kita cek ternyata mereka tidak memiliki BPJS,“ tutupnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply