Angka Kematian Covid-19 di Lombok Tengah Tertinggi di NTB

  • Whatsapp
Koordinator Surveylans Satgas Covid-19 Lombok Tengah, Edi Sahroji . Foto : M. Hardi Putra / www.ntbpos.co

LOMBOK TENGAH – Selama pandemi Covid-19 melanda, angka kematian akibat terjangkit covid-19 di Lombok Tengah tergolong paling tinggi di NTB. Dari 921 kasus, terdapat 71 orang meninggal dunia, 7,9 % dari kasus yang ada. Angka ini lebih tinggi dari angka kematian di tingkat provinsi yakni sebanyak 4,4 %.

Angka tersebut di atas diakui oleh Koordinator Surveylans Satgas Covid-19 Lombok Tengah, Edi Sahroji ketika dikonfirmasi NTBPOS.CO di ruang kerjanya, Kamis 24 Juni 2021.

Namun demikian, berdsarkan data yang ia rilis, dari 6 indikator penentuan zonasi covid-19 per wilayah, diakui Lombok Tengah hanya merah di angka kematian saja.

Adapun lima indikator lainnya seperti mortalitas yakni angka kematian per 100 ribu penduduk, angka serangan, angka kesembuhan, angka kasus aktif, dan angka kecukupan rasio tempat tidur di ruang isolasi.

“Lombok Tengah kalau untuk semua indikator yang tadi hanya merahnya di angka kematian itu,” ujarnya.

Baca Juga

Dilanjutkan, selain di angka kematian, lima indikator lainnya diakui Lombok Tengah sudah bagus. Misalnya kasus aktif yang tengah menjalani isolasi ada 11 orang, angka kesembuhan mencapai 839 orang, termasuk tingkat serangan di Lombok Tengah diklaim paling rendah. Adapun status zonasi covid-19 di Lombok Tengah dari angka yang disebutkan tergolong pada zona oren, yakni dengan tingkat resiko sedang.

Mengenai hal itu, ia bersama satgas covid-19 Lombok Tengah menargetkan dalam 3 bulan ke depan akan berupaya merubah zona oren itu menjadi zona kuning.

Langkah-langkah yang akan ditempuh adalah dengan mendorong dan menguatkan 3 T, yakni, testing, trecing, dan isolatif.

Dijelaskan, jika sebelumnya menunggu ada kasus positif dulu baru dilakukan test, sekarang levelnya sudah bukan itu lagi. Akan tetapi harus dilakukan 3 T itu dengan aktif dan massif.

“Bersama tim, kami akan melakukan pemantauan, analisis, pemetaan, dimana wilayah-wilayah yang berpotensi akan muncul klaster baru, kami langsung melakukan 3 T itu,” lanjutnya.

“Saya rasa cuma itu yang bisa kita lakukan untuk dapat mengendalikan dan menekan laju peyebaran covid ini,” tutupnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply