Analisis Kebijakan Pemda Lotim, Himmah NWDI Gandeng Daeng Paelori

  • Whatsapp
Pimpinan DPRD Lotim Haji Daeng Paelori ( tengah ), Didampingi Zaeni Hasyari (kanan), Ketum DPC Himmah NWDI Lotim dan Abdul Wazid (kiri). / Foto : Istimewa/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Dalam membangun daerah, mahasiswa diharapkan berkontribusi aktif dengan memberikan ide dan gagasan sebagai bentuk masukan. Selain itu, saran dan kritik kepada pemerintah hendaknya disuarakan.

Peran mahasiswa tentu sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk berkontribusi dan bekerjasama dengan pemda dalam memajukan dan membangun Lotim yang lebih baik.

Harapan itu disampaikan wakil ketua DPRD Lombok Timur, H. Daeng Paelori, saat menjadi pemateri dalam acara kajian Rumah Pintar (Rumpi) yang digelar DPC Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyyah (Himmah NWDI) Lotim.

Politisi kondang yang terkenal dengan nama HDP itu juga mengapresiasi kegiatan positif yang diselenggarakan mahasiswa NWDI tersebut, dengan mengangkat tema “Analisis Kebijakan Politik Kabupaten Lombok Timur”, diharapkan mahasiswa mampu menganalisa setiap kebijakan pemerintah.

“Memang seharusnya setiap kebijakan yang dikeluarkan hendaknya disosialisasikan terlebih dahulu supaya masyarakat mengetahuinya,“ HDP, Selasa, 6 Juli 2021.

Dia menjelaskan, dalam masalah kebijakan umum yang dilakukan oleh pemerintah, seharusnya terlebih dahulu disosialisasikan kepada masyarakat sebelum kebijakan itu di implementasikan.

“Tujuannya agar masyarakat mengetahui dengan baik maksud dan tujuan kebijakan yang dilakukan oleh pemda sehingga masyarakat tidak bingung dan beda persepsi tentang kebijakan yang dikeluarkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, legislator kawakan dari partai Golkar itu juga memaparkan 3 fungsi dasar dari DPR sebagai bagian dari pemerintah yang mewakili aspirasi rakyat.

“DPRD memiliki 3 fungsi dasar yaitu, fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. DPRD sebagai penyambung aspirasi rakyat kepada eksekutif agar dalam melakukan program kerjanya sesuai dengan aspirasi rakyat,” tegasnya .

Pada dasarnya, kata HDP menambahkan, bukan hanya DPR yang harus melakukan cek and balance, tetapi juga menjadi tugas kita bersama sebagai masyarakat Lotim, termasuk mahasiswa.

Untuk itu, mahasiswa dituntut berpikir kritis, konstruktif dan memberikan solusi sehingga arah kebijakan dapat mewujudkan daerah yang maju, sejahtera dan pro terhadap aspirasi dan kepentingan rakyat.

Sementara, ketua umum DPC Himmah NWDI Zaeni Hasyari mengungkapkan, pihaknya memilih H. Daeng Paelori sebagai pemateri karena dinilai cukup senior berkecimpung di dunia perpolitikan Lombok Timur.

“Ayahanda H. Daeng Paelori sudah lama berkecimpung di Lombok Timur, tentu banyak dampak yang sudah diberikan selama di dunia politik sampai saat ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ketua umum yang akrab disapa Zaeni ini mengungkapkan, tujuan diadakannya diskusi yang mendatangkan tokoh-tokoh pembangunan Lotim sebagai narasumber adalah untuk menjadikan Himmah sebagai mitra kritis Pemda Lotim.

“Kita ingin Himmah mampu ikut andil mengambil peran didalam segala proses aktualisasi kebijakan-kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintah daerah. Ini juga sebagai bentuk kolaborasi gerakan organisasi dengan pemerintah dalam memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply