Akumulasi Permintaan Perusahaan Tembakau di Lotim Melampai 20 Ribu Ton

  • Whatsapp
Marepudin, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Timur./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Meskipun pemerintah Daerah tidak bisa melakukan interpensi terhadap kelas gread tembakau yang memang menjadi kewenangan perusahaan, namun sejauh ini Pemda sudah berupaya menginventaris dan mengumpulkan perusahaan tembakau yang siap membeli hasil produksi petani.

Sekitar 20 perusahaan yang ada di Lotim sudah dikumpulkan untuk mengetahui target kuota pembelian masing-masing gudang. Hal tersebut diungkapkan Marepudin, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lotim.

Ia menegaskan bahwa kuota permintaan perusahaan melebihi prediksi produksi yang akan dihasilkan petani. “Setelah diakumulasi jumlah permintaan perusahaan mencapai 20 ribu ton lebih,“ katanya, Rabu, 15 September 2021.

Dijelaskannya bahwa prediksi tembakau yang akan diproduksi oleh petani hanya sekitar 19.800 ton, artinya untuk tahun ini kemungkinan tidak akan terjadi over produksi.

“Kita optimis tidak akan terjadi over produksi tembakau ovenan, mengingat kuota permintaan perusahaan melebihi prediksi produksi yang akan dihasilkan petani,“ jelasnya.

Baca Juga

Sebanyak 26 perusahaan yang ada, lanjutnya, ada 21 perusahaan yang sudah terdaftar di Dinas Pertanian dan Perkebunan karena sisanya tidak ditemukan sesuai alamat yang tertera saat tim melakukan pendataan dilapangan.

“Kami akan melakukan penjagaan di Jenggik dan Sukaraja untuk mendapatkan data yang riil tentang perusahaan pembeli tembakau di wilayah Lotim,“ imbuhnya.

Selanjutnya, terkait dengan perusahaan yang beroperasi saat ini, dirinya mengeluhkan minimnya retribusi yang didapatkan setiap tahunnya apalagi jumlahnya ridak pernah berubah selama ini.

“Sejak tahun 2006, belum ada perubahan jumlah, hingga saat ini hanya 50 Rupiah perkilonya, kita sangat berharap adanya perubahan karena jumlah itu sejak 15 tahun tidak pernah berubah,” pungkasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply