Aksi Blokir Jalan Negara, Petani Garam Tuntut Pemda Bima Realisasikan Janjinya

  • Whatsapp
Kecewa anloknya harga petani garam kabupaten Bima memblokir jalan negara, Senin, 7 Oktober 2019. / Foto : Herman La Dewa

BIMA, NTBPOS.com – Aksi unjuk rasa kembali di lakukan puluhan Petani Garam Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, dengan menutup ruas jalan Negara di depan Kantor Desa Talabiu, Senin, 7 Oktober 2019.

Massa kembali melakukan aksi, guna menagih realisasi janji Pemerintah Daerah Kabupaten Bima tahun 2016 yang berjanji akan menstabilkan harga garam.

Aksi ini langsung mendapat respon dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma yang langsung menanggapi tuntutan dengan berjanji akan menstabilkan harga Garam dan bahkan siap di copot dari jabatannya jika tidak mampu jika tidak mampu menstalilkannya.

“saya berjanji akan segera segera menstabilkan harga Garam, jika tidak maka Saya siap docopot dari jabatan saya”

Arif Rahman Hakim selaku Koordinator Lapangan (KORLAP) dalam orasinya menyampaikan poin-poin tuntutan massa aksi yaitu menagih janji Bupati Bima pada tahun 2016 silam sebagaimana yang tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani pejabat tersebut.

Baca Juga

“Kami menagih janji Bupati tahun 2016 silam sebagaimana yang tertuang dalam surat pernyataan”

Massa aksi meminta kepada legislatif dan Pemkab Bima, untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bima tentang standarisasi harga garam Rp 5.000/ kilogram.

Selain itu, massa aksi mendesak Pemda Bima segera menghadirkan investor untuk berinvestasi garam di Kabupaten Bima. Juga mendesak Pemda Bima serius terhadap permasalahan yang dihadapi petani garam.

Aksi massa yang dimulai sekira pukul 09.45 Wita mengakibatkan lumpuhnya arus lalulintas dan kemacetan di ruas jalan Negara. Dan, sekitar tiga jam kemudian massa aksi membuka kembali Blokade jalan setelah Pemda Bima berjanji akan menindak lanjuti dan akan segera menghadirkan investor Garam di Bima. [] NP-Hrm

Berita Terkait

Leave a Reply