Ahsanul Khalik : ASN Kategori Gharimin Layak Dibantu Baznas

  • Whatsapp
H. Ahsanul Khalik . / Foto : Istimewa/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Masuknya Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai ghorimin, kategori penerima bantuan dari Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) menjadi polemik berbagai pihak.

Namun, bagi H. Ahsanul Khalik, salah satu tokoh masyarakat itu menganggap bahwa langkah Baznas Lombok Timur memasukkan ASN dalam salah satu asnaf kategori gharim atau orang terlilit utang sudah tepat.

Menurutnya, Baznas Lotim dalam memberikan bantuan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) kepada ASN yang berkategori ghorimin justru tidak salah sasaran.

Diakuinya, banyak ASN yang setiap bulannya gaji malah tidak diterima karena dipakai untuk menutupi hutangnya.

“Penghasilan ASN Golongan III/a yang baru diangkat gajinya sebesar Rp 2.579.400 dan tertinggi sebesar Rp 4.236.400. Apalagi golongan di bawah itu, kemudian punya hutang,” ungkap Ahsanul Khalik yang juga akrab dipanggil AKA, Kamis 22 Juli 2021.

Baca Juga

Kata dia, orang mungkin mengira ASN berpenghasilan tinggi. Namun perlu diketahui ketika mereka memiliki hutang dan habis untuk membayar hutang, maka layak menyandang ghorimin. Baginya, Ghorimin jika dilihat dari sisi kemaslhatan layak untuk dibantu.

“Kalau sudah dibantu membayar hutang, jangan sampai membuka hutang baru lagi di bank atau lembaga financial lainnya. Karena kalau itu dibiarkan maka tetap saja ASN tersebut akan berkubang dalam penampilan cukup tapi hidupnya dalam kemelaratan,” terangnya.

Mantan Plt Bupati Lombok Timur itu mendefenisikan Gharim sebagai orang yang berutang dan menjadi salah satu golongan penerima zakat.

Bahkan, dalam Al Quran Surat At Taubah ayat 60 telah menjabarkan bahwa :sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang untuk dijalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha

“Saya sendiri banyak menyaksikan ketika ASN berhutang dipakai untuk menyekolahkan anaknya, memperbaiki rumah dan atau membayar cicilan rumah. Nah, tentu kelompok ASN yang berhutang seperti ini tidak-lah salah kalau mendapatkan bantuan dari Baznas,” ucap AKA.

Terkecuali kata dia lagi, ASN berhutang untuk kemewahan (hedonisme) seperti membeli mobil atau hal lainnya yang sejenis supaya kelihatan mampu. Hal seperti ini justru tidak dibenarkan untuk diberikan bantuan kepada mereka.

Ahsanul Khalik juga menyarankan, Baznas Lotim agar dapat menjelaskan kepada publik terkait verifikasi dan validasi ASN yang dikategorikan menjadi ghorimin. Kriteria itu dapat disampaikan agar polemik ini tidak menjadi bias.

“Kalau ini sudah dilakukan maka apa yang dilakukan Baznas bagi saya adalah sesuatu yang memiliki nilai kemaslahatan dan tentu ini kemudian bisa menunjang dalam peningkatan kembali perbaikan kualitas kehidupan keluarga ASN dan berimbas langsung juga pada kinerja ASN bersangkutan bagi daerah,” ujarnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply