323 Hewan Ternak di Lotim Terpapar Wabah PMK, Masyarakat Diminta Tidak Khawatir

  • Whatsapp
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (kanan), didampingi Kabid Keswan dan Masyarakat Veteriner./ Foto : Suandi Ys/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah merebak di Lombok Timur. Sebanyak 323 hewan ternak masyarakat yang tersebar di 8 Kecamatan terkonfirmasi positif PMK.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur langsung menurunkan sejumlah dokter hewan untuk melakukan kontrol dan penanganan terhadap hewan ternak yang dilaporkan  terpapar maupun yang masih gejala.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Ir. H. Masyhur mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir karena penyakit tersebut bisa disembuhkan meskipun membutuhkan waktu yang agak lama.

“Memang setelah kita melakukan penanganan, biasanya akan terlihat perubahannya setelah 7 hari. Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi itu, lalu kemudian menjual murah ataupun memotong sapinya,“ katanya, Jum’at, 13 Mei 2022.

Untuk mengantisipasi penularan yang lebih luas, masyarakat peternak diminta untuk tidak memindahkan hewan ternaknya dari kandang satu ke kandang lainnya, begitu juga antar pemilik ternak, sebaiknya tidak menjalin komunikasi dulu, karena virus tersebut juga bisa tertular melalui prantara manusia.

Baca Juga

Selain itu, berdasarkan edaran Gubernur NTB, semua pasar ternak yang ada akan di tutup sementara untuk menghentikan lalu lintas ternak yang memungkinkan membawa dan menyebarkan virus.

“Untuk Lombok Timur akan kita tutup hari Senin pekan depan (16/05), karena kita harus melakukan pemberitahuan dan sosialisasi kepada masyarakat. Kalau di Lombok Tengah tutupnya mulai Sabtu besok,“ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keswan dan Masyarakat Veteriner, drh. Hultatang menyebut, virus PMK bisa menyebar ke seluruh hewan ternak yang berkuku 2, termasuk kerbau, kambing dan sejenisnya.

“Jika ada hewan atau ternak yang sakit, segera hubungi dokter hewan atau petugas terdekat yang ada di Desa maupun Kecamatan dan pelayanan kita gratis, karena ini wabah nasional, tidak boleh dipungut biaya,“ jelasnya.

Berdasarkan data hasil penelusuran yang dilakukan selama beberapa hari terakhir di setiap Kecamatan, jumlah hewan ternak (sapi) yang dinyatakan positif PMK yakni, di Kecamatan Aikmel dan Lenek sebanyak 243 dan sembuh 90 ekor.

Sedangkan di Kecamatan Suela sebanyak 26, sembuh 10 ekor, Montong Gading 2, sembuh 1 ekor, Wanasaba 43, sembuh 8 ekor, Pringgabaya 2 dan 1 ekor dipotong.

Sementara sisanya masih dalam penanganan, termasuk 6 ekor di Kecamatan Labuhan Haji dan 1 ekor di Kecamatan Selong.

“Untuk Kecamatan di wilayah selatan, kami belum menemukan dan belum ada laporan,“ pungkasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply