3000 Dulang Meriahkan Event Pesona Budaya II Desa Pengadangan

  • Whatsapp
Suasana Kaum Perempuan membawa Dulang yang berisi Makanan Khas, Tradisi Nenek Moyang Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, NTB. Rabu, 30 Oktober 2019. /Foto: Dok. BPPD Lombok Timur

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Sajian 3000 dulang meriahkan Pesona Budaya II Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, dirasakan cukup meriah yang memasuki tahun kedua. Rabu, 30 Oktober 2019.

Kaum perempuan diwajibkan membawa dulang berisi makanan khas warga setempat yang diletakkan di atas kepala mereka. Kepala Desa Pengadangan, Iskandar menjelaskan, prosesi 3000 dulang merupakan adat nenek moyang Desa Pengadangan. Prosesi ini harus dilaksanakan di perempatan jalan.

Pada Prosesi tersebut, kaum perempuan membawa dulang masing-masing melewati arah perempatan jalan. Sebab, pada perempatan jalan tersebut sebagai simbol 4 arah mata angin yakni Utara, selatan, Timur dan Barat.

Ditengah-tengah perempatan seluruh masyarakat duduk bersila dan menggelar doa bersama atau tolak bahla (bala). Dan terakhir, begibung yang berarti makan bersama pada satu wadah.

Kadis Pariwisata Lotim Dr.H.M.Mugni, ikut Ritual Begibung atau Makan bersama-sama dengan Tokoh Agama dan Adat, di Event pesona Budaya Pengadangan.

“Kedepannya kami akan meningkatkan pagelaran budaya ini untuk dikemas dengan lebih baik untuk menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara,” kata Iskandar.

Baca Juga

Baca Juga : Semarak Pesona Budaya II Desa Pengadangan

Dia juga berharap, dampak dari pesona budaya ini memberikan nilai positif bagi masyarakat setempat baik secara ekonomi maupun spiritual.

Rangkaian pergelaran Pesona Budaya II di Desa Pengadangan. Kali ini, ‘Ngelu Ujan’ sebagai salah satu ritual masyarakat setempat dimasukan dalam event Parade Budaya Pengadangan.

Menurut keyakinan masyarakat, ‘Ngelu Ujan’ sebagai ritual berdo’a untuk meminta hujan. Biasanya, setelah ritual ini digelar, hujan akan turun. Ritual ini, akan dihadiri para tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat khusus di wilayah Desa Pengadangan dan sekitarnya dengan sajian makanan yang hanya berasal dari tumbuh-tumbuhan atau sayuran.

Dalam ritual itu,Tidak diperbolehkan menyajikan makanan berbau daging. Karena hal itu sebagai bentuk pantangan ritual adat setempat.

Baca Juga : BPPD Lotim Apresiasi Pesona Budaya II Jadi Kalender Event Spektakuler 

“Seluruh warga dikerahkan untuk membawa sajian kuliner khas Pengadangan dari berbagai tingkaan. Tidak ada makanan berbahan daging, kecuali ikan laut dan sayuran. Ritual budaya ini sebagai salah satu rangkaian kegiatan yang akan digelar pada acara pembukaan yakni Betetulak (ritual doa penolak bala) ,” papar Ardiono Ketua Panitia Parade Budaya II Desa Pengadangan.

‘Ngelu Ujan’ biasanya dilaksanakan sebelum kegiatan budaya desa. Sehingga, pada saat kegiatan budaya berlangsung pementasan budaya sepi peminat karena kondisi cuaca hujan yang selalu turun.

Selain itu, sejumlah rangkaian kegiatan lainnya juga telah digelar selama 10 hari diantaranya atraksi dan pentas kesenian budaya lokal setempat. Kegiatan itu diantaranya, Betetulak, Presean, Ngelu Ujan, Mulud Kebon Doe, Njeleng Minyak 1000 Hajat yang dirangkaikan pada closing ceremony Mulud Beleq Masyarakat Adat Sasak Paer Timuq.(*)

Berita Terkait

Leave a Reply